Trending Topic
Seniman Indonesia Tolak Narkoba

20 Apr 2015


Penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman global. The World Drug Report 2014 yang diterbitkan Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan  (UNODC) menyebutkan bahwa organisasi kriminal transnasional terus meracik narkoba-narkoba jenis baru berbasis bahan metafetamin dan psiotropika, sambil terus melebarkan pasar.

Beberapa fakta yang menyedihkan dicatat oleh UNODC, diantaranya, muncul produksi shabu di Afrika dan Asia, Asia Timur telah menjadi pasar yang besar bagi metafetamin, meningkatnya penghuni tempat rehabilitasi pengguna amfetamin di kawasan Asia dan Oceania, dan penanaman ganja semakin merajalela di Kawasan Asia dan Afrika.

Melihat peredaran narkoba yang makin meluas seniman Indonesia secara khusus menyampaikan pesan kepada para pemimpin dan kepala negara yang turut serta dalam Konferensi Asia Afrika Ke- 60 yang berlangsung dari 19-24 April di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

Advertisement
“Pemimpin Negara Asia dan Afrika diharapkan tak hanya membahas masalah kerjasama di bidang ekonomi, politik maupun ancaman terorisme. Solusi masalah narkoba seharusnya menjadi salah satu poin Bandung Message,” ujar salah satu penggagas gerakan ini, Abdee Negara dari Slank.

Selain pernyataan sikap yang ditandatangani oleh seniman Indonesia seperti GIGI, Sarah Sechan, Glen Fredly, Lukman Sardi, diselenggarakan pula pertunjukan musik akbar di Monas pada hari Minggu (19/05). Konser yang dimeriahkan oleh Slank, Sandhy Sondhoro, Ari Lasso, Shaggy Dog, Endank Soekamti, Di Atas Rata-Rata ini merupakan media untuk menggalakkan kampanye anti narkoba kepada masyarakat luas. 

Woro Hartari Trianti




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?