Apa yang harus dicermati ketika akan mengikutkan foto anak di sebuah lomba di internet? Hal yang pertama kali dilakukan orang tua adalah mencari tahu siapa penyelenggara lomba tersebut. “Bukan bicara platform. Lomba lewat Facebook belum tentu lebih kredibel dibandingkan lewat media cetak, lewat domain dot com juga belum tentu lebih kredibel dari dot id, semua belum tentu aman,” jelas Donny.
Saran Donny, orang tua harus mengecek kolom ‘about us’ atau ‘tentang’ di suatu website dan menelusuri lebih lanjut nomor kontak dan alamatnya. “Memang sedikit ribet untuk meluangkan waktu 5-10 menit, tapi lebih aman ketimbang orang tua melewatkannya dan menyesal kalau lomba tersebut ternyata abal-abal,” jelas Donny.
Kembali ke masalah lomba, memastikan penyelenggara yang kredibel bukan berarti berburuk sangka, karena ini menyangkut keselamatan anak. “Sekarang ini percaya saja tidak cukup, sebisa mungkin ada perjanjian tertulis. Penyelenggara harus bisa menjamin semua data dan foto peserta yang dikirim aman. Jika orang tua ternyata keberatan, ia bisa menarik data dan foto yang sudah dikirim, dan dihilangkan dari server mereka,” jelas Donny.
“Saat ini, memang banyak lomba foto anak di media sosial. Orang tua harus menyeleksi medianya terlebih dulu, dengan cara googling, untuk mendapatkan gambaran siapa penyelenggara lomba tersebut. Kalau sudah jelas kredibel, barulah mengirimkan foto anaknya,” jelas Nessi Purnomo, psikolog.
Paling mengkhawatirkan, beberapa lomba mensyaratkan ada beberapa pose, misalnya sedang bermain, tersenyum, berdandan, sampai anak sedang mandi menggunakan sampo atau sabun tertentu. “Untuk persyaratan yang tampak tak wajar, sebaiknya orang tua berpikir ulang. Kalau merasa ragu, lebih baik jangan ikut. Kalau penyelenggara meminta foto anak balita yang sedang mandi, laki-laki maupun perempuan, sebaiknya jangan,” ujar Donny. (f)