Trending Topic
Selamatkan Bumi Kita!

22 Apr 2015

Gerakan untuk mengingatkan masyarakat betapa pentingnya menjaga bumi, sudah dimulai sejak 45 tahun yang lalu oleh Gaylord Nelson, senator Amerika Serikat dan pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup.

Gagasan Hari Bumi disampaikan Nelson dalam pidatonya di Seattle tahun 1969, yang mendesak perlunya memasukkan isu-isu lingkungan hidup dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Pada 22 April 1970 sekitar 20 juta warga AS turun ke jalan, mengecam kerusakan lingkungan yang disebabkan buruknya saluran pembuangan dan punahnya kelestarian flora di negeri itu.

Sejak itu, lebih dari satu miliar orang di 190 negara melakukan tindakan nyata untuk menjaga keberlangsungan bumi dan lingkungan hidup melalui koordinasi secara global oleh Earth Day Network. Di Beijing, Cina, sekelompok grup pendaki gunung akan membersihkan sampah-sampah di wilayah tembok Cina. Aktivis lingkungan hidup di Singapura juga melakukan aksi ‘bersih-bersih’ sepanjang garis perairan di wilayah mereka. Pemerintah Peru mulai menggunakan energi terbarukan melalui sistem pembangkit listrik tenaga angin untuk menggerakkan kehidupan warga di komunitas urban. Sedangkan di Benua Afrika, dilakukan proyek penanaman pohon di Kamerun dan Uganda serta kampanye edukasi mengenai bahaya emisi gas buang di Lagos, Nigeria.

Di Indonesia, baik dari segi pemerintah dan LSM sebenarnya juga telah melakukan sejumlah kampanye untuk menyadarkan masyarakat untuk lebih mencintai bumi. Misalnya, dengan kampanye menggunakan Transportasi Publik, kampanye Bijak Kertas, kampanye gaya hidup bijak dalam penggunaan energi dan air kepada masyarakat. Pemerintah juga memiliki banyak program untuk menjaga kelestarian lingkungan, misalnya program Menuju Indonesia Hijau. Tujuannya untuk melakukan konservasi sumberdaya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan.   
Advertisement
              
Kaum awam juga tak mau ketinggalan untuk mengingatkan masyarakat luas untuk mementingkan kelestarian bumi. Tercatat ada 10 petisi mengenai lingkungan hidup di change.org, yang ternyata mendapat respon positif. Misalnya Petisi Diet Kantong Plastik telah menghimpun 15.113  tanda tangan, petisi tolak pabrik semen di Rembang yang dikhawatirkan akan menghilangkan lebih dari 100 mata air yang mengumpulkan 26.254 tanda tangan.

Yang menggembirakan, salah satu petisi yang masuk dalam change.org ini, Petisi Blusukan Asap di Riau untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan gambut, mendapat sambutan positif dari pemerintah, dibuktikan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Sungai Tohor, Pulau Meranti, Kabupaten Siak, Riau pada November silam.

Woro Hartari Trianti




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?