Sejak itu, lebih dari satu miliar orang di 190 negara melakukan tindakan nyata untuk menjaga keberlangsungan bumi dan lingkungan hidup melalui koordinasi secara global oleh Earth Day Network. Di Beijing, Cina, sekelompok grup pendaki gunung akan membersihkan sampah-sampah di wilayah tembok Cina. Aktivis lingkungan hidup di Singapura juga melakukan aksi ‘bersih-bersih’ sepanjang garis perairan di wilayah mereka. Pemerintah Peru mulai menggunakan energi terbarukan melalui sistem pembangkit listrik tenaga angin untuk menggerakkan kehidupan warga di komunitas urban. Sedangkan di Benua Afrika, dilakukan proyek penanaman pohon di Kamerun dan Uganda serta kampanye edukasi mengenai bahaya emisi gas buang di Lagos, Nigeria.
Di Indonesia, baik dari segi pemerintah dan LSM sebenarnya juga telah melakukan sejumlah kampanye untuk menyadarkan masyarakat untuk lebih mencintai bumi. Misalnya, dengan kampanye menggunakan Transportasi Publik, kampanye Bijak Kertas, kampanye gaya hidup bijak dalam penggunaan energi dan air kepada masyarakat. Pemerintah juga memiliki banyak program untuk menjaga kelestarian lingkungan, misalnya program Menuju Indonesia Hijau. Tujuannya untuk melakukan konservasi sumberdaya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan.
Kaum awam juga tak mau ketinggalan untuk mengingatkan masyarakat luas untuk mementingkan kelestarian bumi. Tercatat ada 10 petisi mengenai lingkungan hidup di change.org, yang ternyata mendapat respon positif. Misalnya Petisi Diet Kantong Plastik telah menghimpun 15.113 tanda tangan, petisi tolak pabrik semen di Rembang yang dikhawatirkan akan menghilangkan lebih dari 100 mata air yang mengumpulkan 26.254 tanda tangan.
Yang menggembirakan, salah satu petisi yang masuk dalam change.org ini, Petisi Blusukan Asap di Riau untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan gambut, mendapat sambutan positif dari pemerintah, dibuktikan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Sungai Tohor, Pulau Meranti, Kabupaten Siak, Riau pada November silam.
Woro Hartari Trianti