Saat sudah terkontaminasi, bukan berarti feromon tak lagi bekerja. “Sering kali, justru feromon harus dibantu bau-bau lain supaya bisa memicu gairah penciumnya, misalnya keringat, minyak wangi, atau aftershave pria,” kata dr. Anita. Uniknya, ketika kita mencium bau tubuh seseorang, belum tentu, lho, kita akan langsung tertarik dan berdebar-debar. Reaksi penerima atau pencium feromon ini bisa positif dan negatif.
Meski banyak orang telah memercayai efek feromon, hingga saat ini keberadaannya pada manusia masih menjadi perdebatan. Richard Doty, seorang peneliti dari Penn State University's School of Medicine, Amerika, yang mempelajari rahasia di balik feromon, menyimpulkan bahwa feromon hanyalah buatan pikiran manusia saja.
Taukah Anda bahwa setetes Aromaterapi dapat meningkatkan gairah seks Anda? Baca di sini!