2. Jangan Lupa!
- Jika ingin mendapatkan hasil foto bagus, pilih kamera poket 12 MP.
- Membawa baterai kamera cadangan.
- Browsing di internet untuk melihat tempat yang akan dikunjungi nanti. Bayangkan, kita ingin difoto seperti apa di tempat itu nanti.
- Siapkan memory card cadangan dengan kapasitas besar, sebagai cadangan kalau ada apa-apa dengan memory card yang ada.
- Pelajari fitur-fitur yang ada di kamera kita. Jadi, kita bisa memaksimalkan fitur yang ada supaya hasil foto sesuai dengan keinginan kita.
- Penuhi baterai HP berkamera minimal 8 MP, supaya kita bisa menggunakannya sekali waktu, jika kamera kita bermasalah.
- Tidak perlu ragu memotret sebanyak mungkin. Jangan lewatkan semua kesempatan yang muncul di depan kita. Toh, jika tak suka dengan hasilnya, kita bisa menghapusnya dengan mudah.
3. Di Tempat Wisata
Memotret lokasi wisata itu gampang-gampang susah. Mau memotret tempatnya, tapi takut ‘basi’ karena semua orang juga memotret hal yang sama, ada triknya. Spot yang bagus juga selalu ramai dijadikan latar belakang berfoto pengunjung lain. Namun, jangan bingung, karena banyak yang bisa kita jadikan objek tanpa harus sama dengan yang lain.
- Saat musim liburan, lokasi wisata pasti dipenuhi oleh turis. Tak perlu kesal karena banyak orang menghalangi pemandangan objek pemotretan. Kita hanya perlu usaha sedikit, kok. Misalnya, mau memotret Candi Borobudur. Cobalah datang lebih pagi, saat turis belum berdatangan. Tangkap kesucian dan mistisnya Borobudur ketika masih sepi. Lalu, manfaatkan keramaian turis untuk memotret sisi lain Borobudur, yaitu sebagai objek wisata yang dikunjungi banyak orang dari berbagai usia dan bangsa.
- Di Bali, yang biasa diincar tentunya suasana sunset di Pantai Kuta atau sunrise di Pantai Sanur. Pertama, tentu kita harus memotret gambar-gambar standar sebagai simbol pemandangan umum, dan sebagai bukti kalau kita memang ada di sana. Jika ingin yang berbeda, cobalah tunggu saat ada surfer yang sedang melayang di atas ombak dengan latar belakang matahari terbenam. Kita juga bisa memanfaatkan patung Bali atau bagian dari Pura di bagian pinggir foto.
- Setelah memotret pemandangan secara overview, cobalah mengembangkan konsep foto cerita. Misalnya, kita di Turki naik balon udara. Setelah balonnya difoto, foto juga pernak-pernik yang menyertainya. Misalnya, tabung gas heliumnya, kacamata pengemudinya, tali-tali, keranjang balon,hingga champagne dan medali untuk peserta yang diserahkan setelah mendarat. Kembangkan pikiran seperti kita membuat buku harian.
- Secara umum, yang kita lihat sama dengan yang dilihat orang lain. Karena itu, dibutuhkan seni atau kejelian saat membingkai target sasaran kita. Manfaatkan fitur di kamera kita. Misalnya, panorama (16:9), standar yang ada di kamera (3:2), atau (4:3).
- Semua posisi yang kita lihat adalah the art of seeing. Tidak perlu terlalu berpatokan pada keseimbangan. Jika jenuh, cari sudut pandang lain yang berbeda.
- Jika ingin memotret candid, supaya lebih bagus, cari objek dengan latar belakang yang menarik. Misalnya kita mau memotret sepasang kekasih yang sedang berciuman, akan lebih baik kalau ada matahari terbenam di belakangnya. Atau landmark terkenal di tempat wisata itu.
4. Fitur Kamera
Kamera poket banyak jenisnya, namun ada beberapa jenis yang paling mendekati DSLR.
- Jika ingin memotret diri sendiri, lebih baik kita mencoba aneka pose dulu dengan menggunakan kamera yang layar atau life view-nya bisa dibuka dan diputar ke arah kita. Ini berguna saat memotret dari berbagai sudut dan memotret diri sendiri. Jadi, tidak perlu memakai timer atau tripod.
- Liburan biasanya dibumbui dengan acara party. Supaya wajah kita tetap terlihat dan tidak hanya menjadi siluet, tanpa menggunakan flash, gunakan sedikit sumber cahaya di depan objek foto. Misalnya, letakkan lilin menyala di depan teman-teman yang akan kita foto. Atau, gunakan fitur icon gelas di kamera Anda. Saat memotret, lampu akan menyala seperlunya.
- Jika ingin menggunakan tripod, pilih yang praktis seperti gorillapod. Kaki-kaki gorillapod bisa ditekuk-tekuk dan diletakkan di mana saja, tidak harus berdiri tegak. Misalnya di bar besi, batang pohon, batu, gagang pintu, hingga menempelkan magnetnya di dinding.