Sejumlah hasil karya Kenzo Izumi, Executive Chef Rakuzen, layak jadi pilihan. Didapat dari bahan makanan yang kesegaran dan kualitasnya berada di tingkat super. “Karena, semua makanan masuk ke dalam kategori slow food, yang artinya baru dimasak setelah konsumen memesan,” ujar Bona Tampubolon, manajer resto.
Hidangan berbahan seafood menjadi andalan resto ini. Makanya, jangan sampai Anda melewatkan menu perdana di sini, yaitu Iso Ninin-mae Moriawase (fresh sashimi). Terdiri dari beberapa jenis potongan ikan, seperti kanpaci, maguro, salmon, hingga ikan tuna. Ada juga udang, kerang, cumi-cumi, dan rumput laut. Semua disajikan dalam bentuk segar. Untuk menghilangkan aroma anyir, celupkan potongan ikan ke dalam shoyu (kecap asin). Angkat, langsung santap dan jangan terlalu lama dikulum di mulut. Kalau suka pedas, bubuhi wasabi ke dalam kecap asin Anda.
Sajian seafood lain yang tak kalah enak adalah Asari Sakamushi (steamed clams in sake), kerang tahu yang dikukus bersama jamur enoki. Saat dicicipi, hidangan ini mengantarkan kehangatan di mulut dan kerongkongan. Aroma anyir yang biasa melekat pada kerang, lenyap tanpa bekas. Boleh jadi karena penggunaan bumbu-bumbu khas Jepang yang ampuh, seperti kaldu dashi, sake, dan mirin (arak beras bercita rasa manis).
Karage Salad bisa menjadi pilihan tepat bagi tamu yang 'alergi' seafood. Sajian salad dari dedaunan ala western, seperti arugula, lolorosa, paprika, dan tomat, dinikmati bersama Chicken Karage (daging ayam salut tepung yang digoreng hingga kering). Untuk menyantapnya, campur salad dengan saus yang terbuat dari campuran kecap asin, arak beras, minyak sayur, minyak wijen, wasabi, serta jahe parut. Di Jepang, saus ini dikenal dengan nama waffu dressing.
Dan, yang tidak boleh dilupakan adalah wagyu, yaitu daging sapi yang didapat dari sapi yang diternak secara khusus untuk dipotong. Tidak hanya mengonsumsi rumput, tetapi juga biji-bijian bernutrisi, seperti biji jagung, barley, dan bir. Sapi juga dipijat secara berkala agar tidak stres. Hasilnya, daging sapi menjadi lembut sekali dan bila dimakan akan lumer di mulut. Di sini, daging wagyu dimasak dalam berbagai cara, seperti steak, shabu-shabu, sukiyaki, tasaki (kulit wagyu yang dibakar), dan saikoro (daging dipotong dadu, lalu dimasak dengan tepung). (BLI)
Lokasi: Rakuzen Japanese Restaurant, Pacific Place Mall Lt.5 Unit 68, Kawasan SCBD, Jl.Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta. Telp: (021) 5140 0499. Jam buka: Setiap hari, Pukul 10.00 – 22.00 WIB. Suasana: Resto Jepang modern dan mewah.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
FOTO: DENNIE RAMON