Agar presentasi berjalan sukses, menurut Erwin Parengkuan, Managing Director Talk Inc, sebuah lembaga communication coaching, pembawa pesan harus memperhatikan beberapa hal berikut ini. Layaknya prajurit yang akan maju ke medan tempur, seseorang harus mempersiapkan peralatan ‘perangnya’ sebelum maju melakukan presentasi.
Kenali siapa pendengar Anda
Begitu mendapatkan waktu untuk melakukan presentasi, Anda harus melakukan riset mendalam tentang siapa audience Anda. “Hal ini akan menentukan bukan saja materi presentasi yang akan disiapkan, tapi juga bagaimana materi presentasi tersebut disiapkan,” jelas Erwin.
Ketika melakukan presentasi untuk klien, kenali corporate culture-nya. Misalnya, lewat warna perusahaan tersebut. Dengan demikian, kita bisa membuat presentasi dengan warna yang sesuai dengan warna perusahaan klien. Sederhana, tapi cara ini bisa langsung membuat klien terkesan di awal presentasi.
Siapkan peralatan pendukung
Presentasi yang sudah dipersiapkan dengan baik tidak akan ada artinya jika tidak bisa ditampilkan pada hari H. Sebelum melakukan presentasi, sebaiknya cari tahu jenis peralatan yang ada di ruang presentasi. Apakah menyediakan OHP (overhead projector) dan laptop? Semua ini berpengaruh pada peralatan yang harus disiapkan, karena tidak semua laptop bisa terhubung dengan OHP. Untuk jenis laptop tertentu, ada yang membutuhkan kabel konektor berbeda.
Saran Erwin, gunakan laptop milik sendiri. Selain untuk meminimalkan kesalahan teknis, juga mempermudah mengoperasikannya karena telah terbiasa.
Efisien dengan jumlah slide
Keseluruhan slide yang dibuat haruslah merupakan satu kesatuan yang solid, dengan tampilan yang menarik. Perhatikan pula pilihan warna untuk background presentasi. Warna dasar putih banyak dipilih karena lebih netral. Sedangkan untuk warna diagram dan tabel pengisinya, Anda bebas memilih. Anda juga bisa memanfaatkan corporate color, baik dalam diagram, logo, maupun slide.
Sebaiknya hindari warna yang terlalu soft untuk menghindari kesan pucat dan warna yang terlalu gelap karena berpotensi mengaburkan tulisan. Intinya, warna-warna yang digunakan haruslah menonjol tanpa harus membuat sakit mata audience.
Jika memakai video, Letakkan di bagian awal atau akhir presentasi. Durasi sekitar satu menit, agar tidak terlalu mengurangi waktu presentasi. Pastikan format video bisa diputar sempurna di laptop yang akan digunakan.
Cermat memilih busana
Saat melakukan presentasi, Andalah bintangnya. Agar perhatian klien atau atasan tertuju kepada Anda, penampilan harus dipikirkan dengan cermat. “Materi dan penampilan harus sinergi, sehingga keseluruhan presentasi tampak menarik dan profesional,” jelas Erwin.
Tampil menarik bukan berarti over dressed atau mengenakan warna pakaian yang mencolok mata. Pilihlah pakaian yang nyaman. Sebaiknya hindari pakaian baru, karena Anda perlu beradaptasi dengan bahan dan potongannya. Hal ini justru akan membuat Anda tidak nyaman saat presentasi. Pilih sepatu yang dapat menunjang postur agar terlihat lebih bagus, seperti high heels atau wedges.
TIP
Ada banyak cara untuk membuat presentasi tampil lebih menarik. Pengguna Microsoft Power Point bisa memanfaatkan SmartArt yang menyediakan berbagai bentuk diagram dengan banyak pilihan warna. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan Prezi (www.prezi.com), sebuah perangkat lunak penunjang presentasi berbasis cloud storage. Anda bisa memasukkan gambar, ilustrasi, dan zoom mode untuk bagian yang ingin lebih ditonjolkan, sehingga membuat presentasi jauh dari membosankan. (f)