Menurut Aidil, divorce planner akan membantu mulai dari pra-divorce, divorce (perceraian), dan pasca divorce, yang semuanya berkaitan dengan keuangan. Sebelum bercerai, kondisi keuangan keluarga harus dipetakan kembali.
Memperhitungkan harta-harta mana saja yang akan masuk ke dalam harta bawaan serta harta mana yang masuk dalam harta gono-gini. Termasuk masalah hak asuh anak.
Surat-surat perjanjian disiapkan untuk mencegah kesalahan fatal keuangan yang bisa berdampak buruk bagi keuangan dan masa depan diri dan anaknya.
Meski tidak mendampingi saat sidang, divorce planner akan memberikan arahan yang benar secara finansial kepada kliennya jika dibutuhkan proses negosiasi kembali.
Setelah proses perceraian usai, maka Anda butuh masukan baru untuk merencanakan keuangan secara benar sebagai seorang single parent. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah dana darurat, asuransi kesehatan dan jiwa, properti, dana pendidikan dan investasi. Jangan sampai Anda membuat kesalahan fatal.