Satai Padang terbuat dari campuran daging dan lidah sapi. Bagian lidah sapi cenderung lebih difavoritkan berkat tekstur seratnya yang lebih lembut. Walau di kota asalnya dibuat pula dari jantung dan usus sapi, hanya sedikit ditemui dalam versi jenis ini di Jakarta.
Menelusuri lebih dalam, kuah satai Padang Panjang memiliki gaya berbeda dengan kuah satai di Pariaman. Jika bumbu pada satai Padang Panjang berwarna kecokelatan, satai Padang Pariaman jusru memiliki bumbu yang berwarna kemerahan, karena banyak menggunakan cabai merah.
Salah satu satai Padang asal Pariaman yang bisa menebus rasa penasaran berada di kawasan strategis Radio Dalam, Jakarta Selatan. Di tendanya tertulis nama ‘Satai Padang Salero Ajo’, yang kira-kira berarti satai seleranya orang Pariaman (merujuk dari istilah ‘ajo’, yang merupakan panggilan bagi pria di daerah Pariaman).
Setia dengan racikan Pariaman pula, kuahnya kental berwarna kemerahan, namun dengan rasa pedas merica-cabai yang diperhalus demi mengikuti lidah pengunjung Jakarta yang multietnis. Dengan toleransi ini, dan besarnya potongan daging dan lidah sapi, tak pelak Salero Ajo padat peminat. Sadar gaya hidup peminatnya, sampai-sampai satai Padang ini ikutan membuat facebook.
Alamat: Jl. Radio Dalam Raya (pelataran parkir minimarket Circle K). Facebook: sataipadangsaleroajo Harga*): Rp14.000/ porsi. Jam buka: 18.00 – 23.00 WIB (Senin- Jum’at), 18.00 – 24.00 WIB (Sabtu, Minggu). Suasana: Warung tenda sederhana.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek sebelum bersantap.