Rumput laut sebenarnya adalah gulma laut, sejenis alga atau ganggang, yang hidup di laut, di antara karang mati di perairan pantai. Sejak lama jenis ganggang laut yang kita beri nama dagang sebagai ‘rumput laut’ ini dimanfaatkan masyarakat dunia sebagai bahan kosmetik dan makanan kesehatan. Dan kita boleh bangga karena Indonesia, yang dua pertiga wilayahnya merupakan kawasan laut tropika, merupakan negeri produsen rumput laut terkemuka di dunia. Lebih dari 60% produksi rumput laut dunia dihasilkan dari ladang-ladang petani di pesisir pantai Indonesia.
Ganggang laut (atau sebutlah: rumput laut) jenis Euchema cottonii dan Gracilaria spp. banyak dibudidayakan karena ragam manfaatnya. Beberapa daerah di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budi daya rumput laut, antara lain di pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Bali, pesisir Nunukan Kalimantan Timur, Pulau Lombok, Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, Kepulauan Togean Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Kalau aslinya rumput laut ini berwarna dominan hijau atau kecokelatan, setelah proses pengeringan, klorofilnya hilang sehingga saat direndam warnanya menjadi putih bening. Untuk memperoleh hasil yang lebih putih dan bening, para ibu di Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta biasa merendamnya dengan air sisa cucian beras. Rumput laut yang direndam ini siap diolah menjadi berbagai sajian, dibuat manisan, isian es sirop, ataupun dodol!(f)
Resep Yoghurt Jambu Merah Rumput Laut!