Money
Risiko Kerugian saat Berinvestasi

11 May 2015

Menurut Prita Ghozie, financial planner, setidaknya memang ada 3 kelemahan masyarakat kita dalam berinvestasi. Pertama, karena tidak memahami risiko dalam berinvestasi. Kedua, tidak menyesuaikan pemilihan produk dengan tujuan finansial, dan ketiga tidak menyesuaikan pilihan produk dengan jangka waktu investasi.
   
Memang, banyak hal yang menjadi pertimbangan kita saat melakukan investasi. Soal jangka waktu investasi misalnya. Investasi bisa dibedakan menjadi jangka pendek, yaitu di bawah 3 tahun, jangka menengah, yaitu 3-5 tahun, dan jangka panjang, bila investasi itu di atas 10 tahun. Jangka waktu investasi ini akan berkaitan dengan pilihan produk investasi yang akan diambil.
   
Namun, yang lebih penting dimiliki investor adalah pemahaman akan adanya risiko kerugian. “Kalau bicara investasi, pasti akan bicara risiko dan umumnya yang berpotensi untuk memberikan hasil tinggi, risikonya juga lebih tinggi. Harus dipahami juga bahwa tentu saja tidak bisa seratus persen bisa menghindarkan seorang investor dari risiko.

Tetapi, ada cara-cara untuk meminimalkan kerugian. “Misalnya, dengan memilih investasi yang potensi kerugiannya juga rendah, seperti tabungan atau deposito,” ujar Indra Hadiwijaya, financial planner. Jika mau memilih yang lebih berisiko, kita harus diversifikasi. Istilahnya, jangan menaruh semua dana dalam satu keranjang, harus dibagi-bagi. Misalnya, ada yang ditaruh di properti, sebagian ada di saham, sebagian lain dibelikan reksa dana, dan sebagian lagi disimpan di deposito.
Advertisement

Bagi yang ingin mencoba saham dan reksa dana, menurut Indra, saat ini sudah ada manajer investasi dari sekuritas yang mengeluarkan investasi saham mulai dari Rp10 juta, dan reksa dana yang lebih terjangkau lagi, yaitu bisa dibeli eceran tiap bulan dengan hanya beberapa ratus ribu rupiah saja.  Bank Commonwealth misalnya, memiliki program autoinvest, yaitu cara mudah berinvestasi reksa dana secara berkala dengan jumlah terjangkau. “Hanya dengan Rp100.000, Anda dapat mulai berinvestasi dengan layanan pendebitan secara otomatis tiap bulan,” ujar Rian Kaslan, Head of Wealth Management and Business Strategy Commonwealth Bank.

Rudiyanto, Head of Operation and Business Development Panin Asset Management,  menambahkan bahwa pihaknya juga menawarkan produk reksa dana yang lengkap, dari reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, hingga reksa dana saham. “Pembeli kami sangat beragam, mulai dari mahasiswa sampai pengusaha. Sebab, dengan minimal Rp100.000, semua orang yang sudah memiliki kartu tanda penduduk dan rekening di bank sudah bisa menjadi nasabah kami,” ujar Rudiyanto. Bank yang dimaksud Rudiyanto adalah layanan pembayaran melalui virtual account dengan BCA, dan autodebit  melalui Bank Panin, BCA, Bank Mandiri, BRI, dan CIMB Niaga. (f)





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?