Karena itu, pelatihan rutin harus diberikan kepada petugas di puskesmas. Saat ini ada dua jenis pelatihan yang telah rutin dilakukan, yaitu pelatihan yang bersifat manajerial --seperti manajemen puskesmas, manajamen obat, manajemen alat, manajemen mutu, manajemen keuangan, dan sebagainya-- serta pelatihan yang bersifat teknis, seperti pelatihan dalam manajemen terpadu bayi sakit, pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar, pertolongan pertama gawat darurat, dan lain-lain.
”Di sisi lain perlu ditingkatkan soft skills dari petugas di puskesmas, antara lain kemampuan petugas dalam berhadapan dengan pasien atau masyarakat, seperti keramahan, kerapian, sopan santun, dan lain-lain,” ujar drg. Kartini.
Pemda kabupaten/kota melalui dinas kesehatan kabupaten/kota juga selalu diimbau untuk meningkatkan pengetahuan manajemen petugas di puskesmas, meningkatkan pengetahunan teknis medis tiap petugas sesuai kompetensi, meningkatkan kemampuan soft skills, serta mempelajari berbagai peraturan dan kebijakan yang ada. Semua demi meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat
”Mental pegawai untuk melayani dan membantu adalah dasarnya. Saya yakin, kalau ada kemauan akan bisa diatasi. Kalau kurang tenaga, bisa ditambah. Jika perekrutan pegawai negeri sulit, mungkin perlu dipisahkan, angkat pegawai baru, bukan pegawai negeri. Tanpa perbaikan pelayanan, rasanya menarik minat kalangan masyarakat kelas menengah atas masih mimpi, apalagi saat pusat-pusat layanan kesehatan swasta terus bersaing meningkatkan mutu pelayanan.”
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, pemerintah juga berusaha memantau mutu pelayanan puskesmas. Dengan meningkatnya mutu pelayanan, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan puskesmas.
Di sisi lain, masyarakat pun jangan jadi manja. Bagaimanapun, tanggung jawab kesehatan ada pada diri kita masing-masing. Jangan mentang-mentang biaya pengobatan di puskesmas sangat murah, kita tidak melakukan apa-apa untuk mencegah sakit.
“Sebagai penanggung jawab upaya kesehatan masyarakat, puskesmas memang selalu berupaya mendorong promotif dan preventif, deteksi dini dan pencegahan sekunder bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Puskesmas berperan menjaga orang yang sehat di wilayahnya agar yang sehat tetap sehat dan dapat memandirikan masyarakat sehingga tiap anggota masyarakat dapat berkata, “Sehat adalah hartaku yang harus kujaga dan kupelihara,’” tegas drg. Kartini. (f)