Career
Profesi Tidak Populer? Siapa Takut!

21 May 2012

Saat menempuh pendidikan, kita sering terdoktrin untuk terjun ke pilihan profesi yang populer. Faktor pendapatan dan jenjang karier yang jelas memang membuat beberapa profesi seperti magnet yang kuat. Menjadi dokter, pengacara, ahli teknologi informasi, hingga pegawai bank ibarat jaminan akan jalur karier bermasa depan cerah. Padahal, jika kita lebih jeli melihat peluang, bekerja di bidang yang jarang diminati orang juga menyediakan peluang yang sangat menjanjikan. 

Cermati Peluang  

Menurut Sylvina Savitri, konsultan karier dari EXPERD Consultant, kini kita tidak lagi harus bergantung pada pekerjaan yang umum saja. Seorang pencari kerja harus mampu melihat peluang di bidang mana pun. “Ketersediaan lapangan kerja dan informasi yang cukup banyak membuat orang tetap melirik  profesi yang umum. Tapi kini, kesempatan berkarier di berbagai bidang sudah sangat terbuka, dan bukan sama sekali tidak menjanjikan,” jelasnya. Karena itu, jika saat ini ada yang merasa pilihan kariernya kurang strategis, jangan memandang sebelah mata pada profesi tersebut. Karena, justru di tempat itu Anda bisa menjadi pesaing baru dengan menunjukkan kinerja terbaik untuk sebuah perubahan positif. 

Terkadang, saat Anda memutuskan untuk memilih profesi di bidang yang tidak populer --meski itu sesuai dengan minat Anda-- keluarga akan mempertanyakan keputusan itu. Belum lagi adanya anggapan bahwa mereka memilih profesi itu karena tidak mampu bersaing, sehingga harus terpinggirkan. 

“Dahulu, mungkin orang dan bahkan pelaku profesi tersebut masih beranggapan seperti itu, sehingga menempatkan pelaku profesi tersebut sebagai ‘kelas kedua’. Tapi kini, batasan makin tipis, peluang berkreasi makin banyak,” tegas Sylvina. Ia mencontohkan, profesi  chef.  “Dulu, profesi ini dianggap tidak menarik. Tapi, kini terbukti bahwa bekerja sebagai chef yang profesional juga bisa sangat prospektif. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah profesionalisme,” imbuh Sylvina. 

Akan lebih mudah bagi Anda menghilangkan stigma negatif tersebut dengan menunjukkan prestasi yang mumpuni. Dengan menggunakan strategi ini, hasil kerja Anda akan dilihat sebagai sebuah produktivitas yang unggul. Selain itu, mencintai pekerjaan dan menunjukkan dedikasi yang tinggi adalah bukti totalitas dan tanggung jawab Anda terhadap profesi. 

Advertisement
Memang, tantangan terberat bagi mereka yang bekerja dengan profesi yang tidak populer justru terletak pada bagaimana menunjukkan kepada dunia luar prestasi besar mereka. “Hilangkan anggapan bahwa sebuah posisi itu keren atau tidak keren. Yang penting totalitas dalam bekerja, selalu belajar, dan berinovasi,” kata Sylvina.  Terlepas dari prestasi yang harus ditorehkan, menurut Sylvina, mereka harus bisa berkontribusi kepada masyarakat atau organisasinya lewat profesi yang dijalani. Dan, untuk memberikan kontribusi terbaiknya, seseorang harus dapat memotivasi dirinya sendiri untuk keluar dari zona aman dan meningkatkan kemampuannya. 
   


Faunda Liswijayanti
Foto: Corbis





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?