Pertolongan Pertama terhadap Reaksi Anafilaksis
23 Aug 2013
dr. Wawan Kurniawan, SpPD menjelaskan pencegahan pada penderita reaksi anafilaksis.
- Pada orang yang sebelumnya pernah mengalami reaksi anafilaksis, risiko memperoleh reaksi yang sama bila terpapar pencetus yang sama bisa menjadi lebih parah.
- Bekali diri dengan tabel daftar alergi (apa saja, temasuk obat tertentu) pada ikat pinggang, gelang, atau dompet. Pada beberapa kasus kadang-kadang penderita diberikan bekal suntikan adrenalin yang harus dibawa ke mana pun ia pergi, terutama bila pencetus alerginya sering timbul tidak terduga, seperti akibat sengatan serangga atau makanan tertentu.
- Jauhkan penderita dari pencetusnya sebisa mungkin. Tak hanya bahan utamanya, tapi juga yang mengandung pencetusnya itu.
- Karena dapat mengancam nyawa, segera mencari tenaga medis ketika reaksi ini muncul.
- Menggunakan epinephrine autoinjector, bila sudah timbul gejala-gejala seperti sesak, rasa tercekik di leher, seperti ingin pingsan. Epinephrine autoinjector ini berbentuk seperti pena, disuntik di daerah paha (tidak perlu membuka celana karena injector tersebut dapat bekerja melewati pakaian, tetapi dipastikan tidak terhalang oleh dompet atau barang lainnya), ditekan selama 10 detik, lalu cabut. Lakukan pijatan di area suntikan sekitar 10 detik.