Hal paling mudah yang bisa kita amati adalah ketika menggunakan toilet umum. Tak jarang orang membuang sampah di toilet seenaknya, padahal sudah ada tempat sampah yang disediakan. Mereka juga kerap tidak peduli dengan lantai yang becek. Akibatnya, ketika semua orang melakukan hal yang sama, kebersihan toilet umum tidak terjaga. Coba pikirkan apa yang akan terjadi ketika orang-orang yang menggunakan toilet umum secara sadar membuang sampah di tempatnya, maka toilet umum tersebut akan terjaga kebersihannya.
Mudahnya masyarakat kita mendapatkan sesuatu juga dinilai Ricardi menjadi penyebab mengapa orang Indonesia kurang bisa merawat fasilitas umum. Selain itu, pendidikan tentang menjaga dengan baik barang-barang yang ada di sekitar kita, juga belum ditanamkan sejak dini. Sehingga, yang terjadi kemudian adalah sikap tidak peduli dan tidak merawat apa yang telah ada.
Masalah menjaga fasilitas umum tak hanya berhenti pada rendahnya kesadaran masyarakat kita. Perlu pula melihat bagaimana kebiasaan kita yang cenderung lebih heboh hanya di awal saja, tapi kurang memperhatikan keberlangsungannya. Menurut Ricardi, dalam membangun fasum kita lebih sibuk dalam proses pembuatan hingga peresmiannya, tapi setelah fasum itu ada, kita tidak memikirkan bagaimana perawatannya misalnya.
Harus disadari bahwa masyarakat belum mempunyai rasa memiliki terhadap fasilitas umum. Sehingga, muncul anggapan bahwa fasum adalah milik pemerintah sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjaganya. Yang tidak disadari oleh masyarakat dan aparat adalah bahwa fasilitas umum itu milik bersama, maka kewajiban tiap orang untuk menjaganya.
Selama ini Ricardi melihat, sebenarnya sudah ada aturan yang jelas dari pemerintah tentang menjaga fasilitas umum. Hanya, penerapannya masih tidak maksimal. Ia mencontohkan soal larangan merokok di tempat umum. Aturannya sudah ada dan jelas, tapi pada pelaksanaannya, dicari celah untuk tidak diberlakukan mutlak. Misalnya, dengan membuat aturan, merokok di bagian luar atau di restoran yang menyediakan area merokok.
Tidak mudah memang untuk menumbuhkan rasa memiliki, apalagi menjaga fasum. Itu sebabnya, ditekankan Ricardi pentingnya keluarga untuk mengajarkan anak mereka sejak dini tentang bagaimana menghargai barang, milik siapa pun itu. Peran komunitas juga dirasa penting, karena menjadi penggerak bagi kelompok masyarakat untuk peduli pada fasilitas umum. (f)
Baca Juga:
Komuntas Peduli Fasilitas Umum