Empat seniman wanita: Ary Okta, KaNA, Laila Tifah, dan Nasya, sepakat untuk memamerkan karya mereka bertema Dapurku Dapurmu. Bagi mereka, dapur merupakan representasi bahasa cinta, ‘kantor’ bagi seorang ibu, kekuasaan, dan sebuah studio untuk mengolah konsep hingga matang.
Dalam sejumlah karya yang ditampilkan, terungkap keresahan dan harapan terhadap ketahanan pangan di Nusantara. Lukisan berjudul Demi Dinar, menggambarkan sekelompok perempuan berkerudung yang sedang meratapi sesuatu, terlihat seperti kehilangan kedaulatannya di dapur rumahnya.
Berbeda lagi dengan Lukisan berjudul Food Fashion yang memperlihatkan makanan dengan deformasi tubuh manusia yang menggambarkan berbagai persoalan dapat diselesaikan di dapur, terutama urusan perut dan kesehatan. Pada akhirnya tujuan pameran seni menyuarakan agar publik mendapat kesadaran dan pembelajaran yang menjadi pencerahan bagi pengamat yang menikmatinya.
TV