Trending Topic
Pakem Berbusana Islami

29 Jul 2015

Melihat maraknya perkembangan busana santun atau busana islami di Indonesia, tak sedikit pendapat yang mengatakan bahwa fashion busana muslim itu heboh, berlebihan, atau lebay. Aju Isni Karim, desainer dan pemiliki Up2date, brand yang mengusung busana islami, berpendapat bahwa hal tersebut  subjektif. “Lebay menurut siapa?” ujarnya. Karena, tetap saja, dalam urusan berbusana  selera pribadi adalah yang paling menentukan. Yang menjadi persoalan adalah karena sifat orang Indonesia yang mudah sekali  terpengaruh dan dipengaruhi idola mereka.

Seperti hukum ekonomi sederhana, ada demand tentu ada supply. Kian meningkatnya pemakai busana islami ini juga memunculkan idola-idola baru, entah itu selebritas betulan maupun orang-orang biasa yang kemudian menjadi selebritas karena bantuan perkembangan teknologi internet. Dari selebgram (selebritas Instagram) hingga fashion blogger yang memiliki banyak followers. Layaknya role model, gaya dan selera fashion blogger ini kemudian ditiru dan disontek habis-habisan oleh para penggemarnya. Bahkan, banyak di antara mereka yang kemudian berkembang menjadi perancang dan mengeluarkan clothing line sendiri.
   
Advertisement
“Sebetulnya, makin banyak role model baru juga bisa berdampak bagus, asalkan mereka mau belajar tentang fashion,” ujar Isni. Memang benar. Mengingat sifat orang Indonesia yang gampang dan asal meniru, bisa saja  gaya fashion si selebritas maupun selebgram ataupun fashion blogger yang sangat personal itu dipakai oleh jutaan followers-nya, padahal belum tentu gaya itu sesuai dengan pakem fashion. Akibatnya, tujuan fashion yang bisa mempercantik pemakaiannya tidak akan tercapai karena akhirnya hanya menjadi korban mode.
   
Sonny Muchlison
, fashion consultant dan dosen IKJ, melihat, ada persoalan besar dalam perkembangan busana islami di Indonesia, yaitu, “Belum bisa membedakan arti memberi pakaian kepada tubuh dan membungkus tubuh,” katanya, prihatin. Karena menurutnya, bila membungkus tubuh, ya, sekadar membungkus saja tanpa memikirkan estetika. “Karena itu, jangan kaget kalau kita melihat ada wanita berjilbab yang memakai legging untuk menutup tubuh bagian bawah, lalu mengenakan mini dress yang menutup bokong, lalu ditumpuk dengan outer wear dan mengenakan kaus kaki. Bila dilihat secara keseluruhan, tumpuk-menumpuk yang sekadar membungkus tubuh ini tidak ada dalam konsep fashion,” tegas Sonny. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?