Walau makanan Barat populer, seperti waffle, poffertjes, dan toast, tercantum dalam daftar menunya, Anda harus berani mencoba keluar dari jalur konvensional, yaitu dengan menikmati siomay dan jajanan pasar yang justru jadi signature dish. Paduan nyentrik ini bukan tanpa alasan. “Kami ingin mengangkat menu tradisional jadi lebih berkelas. Selain itu, tentunya agar kafe kami berbeda dari kafe modern lain, yang umumnya hanya menampilkan sajian Barat,” kata Harry.
Sambil menyeruput cokelat dingin, sepiring siomay lekas femina nikmati. Adonannya tidak melibatkan campuran tepung sagu yang berlebihan dan lebih banyak menggunakan proporsi daging ikan tenggiri. Ditandai dengan teksturnya yang lembut, dan aroma ikannya yang khas, namun tidak anyir.
Bukan hanya siomay, tahu isi dan kroket pun ikut femina jajal. Walau memiliki rasa autentik ala kampung, camilan ini disusun di piring saji cantik. Karena tersaji dalam kelas kafe, higienitasnya tentunya sangat diperhatikan. Semua jajanan pasar ini dibuat sendiri oleh juru masak Cokelat Item, jadi tentu saja terdapat modifikasi di sana-sini, terutama di bagian isian dan pelengkapnya.
Selepas ini, femina mencoba satu hidangan Barat-nya, Blueberry Drops, yakni poffertjes berisi selai blueberry. Walau topping es krim vanilla keburu meleleh sebelum tiba di meja, tekstur poffertjes terlihat memiliki pori-pori yang baik, penanda adonan dibuat dengan cermat, tanpa pengocokan berlebih.
Lokasi: Mal Gandaria City, Main Street UG M-U33B, Jl. Sutan Iskandar Muda (Arteri Pondok Indah), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Telp: (021) 29053149. Harga: Makanan: Rp7.500 – Rp41.500, minuman: Rp7.900 - Rp32.500 (Belum termasuk PB1 10%). Jam buka: 10.00 – 22.00 WIB. Suasana: Kafe mungil, nyaman untuk kongkow sore.
Berlianti Savitri