Bagaimana tidak, awalnya Slamet hanya menggunakan pikulan untuk berkeliling menjajakan bakso hasil racikannya. Lambat laun, baksonya mulai banyak penggemar. Makanya, Slamet dan ketiga anaknya memberanikan diri untuk membuka warung bakso Titoti ini.
Nama Titoti pun tidak asal diterapkan untuk warungnya, melainkan berasal dari suku kata terakhir nama anak-anaknya, yaitu Nuryanti, Hertanto, dan Dian Susanti. Hal ini dikarenakan salah satu dari ketiga anaknya meneruskan usaha bakso ini.
Soal rasa, tak perlu diragukan lagi. Satu buktinya adalah hampir setiap hari terjadi antrean panjang di warung baksonya. Harganya pun akrab dengan kantong, berkisar Rp9.000 – Rp10.000 per porsinya. Isinya lengkap, terdiri dari mi basah atau bihun, lima buah bakso urat atau bakso daging sapi, sepotong tahu cokelat, dan masih ditambah beberapa potong daging tetelan sapi. Hmm… benar-benar harga yang menggiurkan, bukan?
Untuk menetralisasi kerongkongan, nikmati semangkuk es campur segar olahan Titoti. Berisi potongan buah segar seperti melon, avokad, nanas, hingga mangga dan potongan jelly. Es serut yang menggunung ditambah sirop merah rasa cocopandan dan susu kental manis dengan takaran yang tepat, membuat cita rasa manisnya tidak terlalu pekat, melainkan lembut membelai lidah. Sebuah petualangan menyantap sajian segar yang lengkap! (TS)
Lokasi: Jl. Raya Pasar Minggu Kompleks Pokala No. I Jakarta Selatan, Telp: 081219739789. Harga*): Makanan: Rp9.000 - Rp10.000 Minuman: Rp2.000 – Rp6.000. Jam buka: Setiap hari, Pukul 10.00 – 21.30 WIB. Suasana: Rumah makan sederhana yang terbuat dari semen yang dibiarkan alami dan bambu.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
FOTO: TS.