Setelah sukses dengan Pintu Terlarang (2008), sutradara Joko Anwar kembali menghadirkan film yang bisa membuat penonton tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari. Bukan hanya karena plot yang tak terduga dan adegan-adegan brutal yang serba mengagetkan, tapi karena Joko lebih senang mengundang pertanyaan, daripada memberi penjelasan, tentang modus tokoh utamanya. Film ini digarap dengan sinematografi dan sound design yang membuat pengalaman menonton di bioskop jadi istimewa. Sangat tidak disarankan untuk ditonton anak-anak.(f)