Fakta tersebut didukung juga oleh survei tiga tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai minat membaca dan menonton anak-anak Indonesia, yang terakhir kali dilakukan pada tahun 2012. Dikatakan, hanya 17,66% anak-anak Indonesia yang memiliki minat baca. Sementara, yang memiliki minat menonton mencapai 91,67%!
Iben juga mengkritisi bahwa penyebab sesungguhnya bukanlah ketidakmampuan ekonomi, namun sebagian besar masyarakat kita tidak menjadikan membeli buku sebagai prioritas belanja keluarga maupun pribadi. “Karena, rendahnya ‘daya’ beli buku ini juga terjadi di kota-kota besar, yang mayoritas masyarakatnya adalah kelas menengah,” ujar sastrawan yang buku puisinya, Masih Bersama Musim, masuk dalam 10 besar penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2005 ini. (f)