“Saya sangat suka dengan Johnny Depp dan Meryl Streep. Merekalah inspirasi saya dalam berakting. Di setiap film yang mereka bintangi, saya selalu mengamati, hingga mencatat apa saja yang jadi kelebihan keduanya,” ungkap Mikha yang mengaku tak pernah bosan menonton film-film yang dibintangi Johnny Depp mulai dari Pirates of The Carribean, Charlie and The Chocolate Factory.
Cara itu sengaja ia lakukan karena tidak memiliki basic akting secara khusus. Mengaku belajar akting secara otodidak, ia pun selalu aktif melatih kemampuannya itu dengan cara belajar dari para aktris dan aktor senior. Tak hanya dari kalangan Hollywood, Mikha pun tak segan menimba ilmu akting dari aktor dan aktris tanah air yang pernah bermain bersamanya di sejumlah sinetron.
“Saya beruntung banget pernah main bareng Meriam Bellina dan Ikang Fawzi. Keduanya sudah senior dan banyak memberikan masukan bagi saya cara berakting yang baik,” aku wanita penggemar olahraga paralayang ini.
Dalam sinetron Siti Bling Bling pun, Mikha lagi-lagi beruntung karena bisa belajar banyak dari aktor papan atas sekaliber Tio Pakusadewo. “Akting Om Tio keren sekali. Saya sampai merinding melihat penjiwaan dan emosi yang terpancar alami saat ia berakting. Inilah kesempatan saya belajar banyak darinya,” ungkap Mikha, berbinar. Di sinetron tersebut Mikha membawakan dua karakter sekaligus, sebagai Bling-Bling, selebritas terkenal yang menyamar jadi Siti, gadis biasa yang polos.
Tak hanya soal kemampuan akting, Mikha juga selalu mengedepankan pentingnya menjadi diri sendiri. Baginya, cara ini selalu membuatnya memiliki pasar tersendiri. Tak mengherankan, meski sudah terbilang dewasa dari segi usia, ia selalu mendapat tawaran memerankan anak sekolah, bukannya karakter wanita sesuai usianya.
Beranjak dewasa, Mikha mengaku tak banyak mengalami perubahan dalam hal berpenampilan. Wanita kelahiran Jakarta ini masih lebih suka mengenakan pakaian kasual dengan polesan make up natural untuk penampilan sehari-hari. Meski begitu, dalam hal pemikiran dan sikap, Mikha mengakui dirinya banyak berubah. “Kalau dulu, yang dipikirin cuma main-main. Mengurus ini-itu juga masih tergantung sekali sama orang tua. Sekarang, saya merasa sudah lebih mandiri dan bertanggung jawab,” ungkap wanita penyuka olahraga paralayang ini.
Tak mengherankan, meski disibukkan dengan aktivitas syuting sinetron kejar tayang yang begitu padat, Mikha tak lantas melupakan tanggung jawab utama sebagai mahasiswi di Fakultas Hukum, Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta. Bagi Mikha, menuntut ilmu tetap jadi yang utama. “Sudah jadi prinsip saya untuk menomorsatukan pendidikan. Syuting stripping pun harus dilakukan setelah pulang kuliah. Saya tidak akan mau mengambil tawaran sinetron yang mengganggu jadwal kuliah,” ungkapnya.
Sukses membintangi belasan judul sinetron dan FTV, Mikha mengaku masih menyimpan peran impian: memainkan karakter antagonis sebagai psikopat atau orang gila. “Peran orang gila atau psikopat sangat menantang. Saya ingin keluar dari zona nyaman dari karakter gadis baik-baik yang selama ini sering saya bawakan,” ungkap aktris yang juga membintangi film Fallin’ in Love bersama Adly Fairuz ini, tersenyum.
Rizka Azizah
Foto: Dok. Femina