Trending Topic
Metamorfosis Karya: Bukan Tren

2 Oct 2015


Menurut Salman Aristo, sutradara dan penulis skenario, adaptasi novel, cerpen, atau cerita bersambung ke bentuk film bukanlah sesuatu yang baru dan juga bukan tren. “Bahkan, film pertama yang lahir ke dunia, A Trip to The Moon, diadaptasi dari novel From the Earth to the Moon karya penulis Jules Verne,” ujar Salman.

Sejarah film Indonesia juga mencatat hal serupa. “Film pertama di Indonesia, Loetoeng Kasaroeng (1928), juga berasal dari cerita rakyat Jawa Barat,” ungkap Bernadetta Dyah Aryani (Detta), dosen perfilman Binus International University. Dari cerita rakyat yang disebarkan melalui mulut ke mulut (verbal) berubah menjadi medium film (audiovisual) ini yang disebut sebagai adaptasi.
   
Bila melihat ke belakang, tercatat beberapa transformasi karya dari novel ke film yang cukup populer. Di antaranya adalah film Roro Mendut (1982) yang diangkat dari cerita bersambung (yang kemudian dibukukan menjadi novel) berjudul sama karya YB Mangunwijaya. Selain itu, ada juga Si Doel Anak Betawi (1972) yang diangkat dari novel Aman Datuk Madjoindo, Pacar Ketinggalan Kereta (1989), yang skenarionya ditulis oleh Arswendo Atmowiloto dari novel berjudul Kawinnya Juminten.

Di  tahun 2000-an, film Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi adalah dua contoh film adaptasi dari novel yang sangat fenomenal dan meraup banyak penonton. Belakangan, ada Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Sang Penari (dari novel Ronggeng Dukuh Paruk), Supernova, dan Mantan Terindah (yang ini diadaptasi dari lagu populer Kahitna yang berjudul sama).   
Advertisement
 
Sebagai penulis skenario karya adaptasi, Salman menjelaskan, dalam karya adaptasi, penulis skenario dituntut memiliki kepekaan dan sensitivitas tersendiri. “Karena ada karya orisinal yang sudah jadi, yang memiliki cerita dan emosinya sendiri,” ujar Salman.
Paling penting adalah kesadaran bahwa karya yang baru akan sangat berbeda dari karya aslinya. “Dari bentuk tulisan ke audiovisual, penulis novel bisa saja bercerita mengenai dendam membara sebanyak 15 lembar, lantas bagaimana penulis skenario membuat adegan itu untuk keperluan visual selama 3-4 detik saja,” Salman memberikan contoh.  

Menurut Richard Krevolin, dalam bukunya, How to Adapt Anything into A Screenplay, aturan pertama untuk mengadaptasi karya menjadi film adalah: don’t owe anything from the previous work. “Pada dasarnya, ada prinsip perbedaan medium. Hal itulah yang membuat karya adaptasi akan sangat berbeda dengan karya aslinya,” ujar Salman.

Menurut Salman, ada tingkat kesulitan masing-masing dalam memproduksi sebuah karya. “Penulis novel bekerja dengan kalimat, penulis puisi bekerja dengan kata-kata, sedangkan penulis skenario bekerja dengan adegan. Itu perbedaan paling mendasar,” ujarnya. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?