- Hindari penggunaan kertas tisu untuk membersihkan material kulit asli. Serpihan serbuk yang ada pada tisu malah akan menempel pada material kulit.
- Dalam keadaan darurat, cuka dan perasa jeruk lemon dapat mengangkat noda secara instan. Sedangkan minyak alami dari buah zaitun atau kelapa dapat membantu membersihkan kotoran yang menempel pada bahan kulit dan menjaga kelembapan material kulit.
- Pastikan Anda melakukan tes produk pembersih yang akan digunakan, pada area kecil yang tidak terlalu terlihat terlebih dahulu.
- Campuran air mineral dan sabun bayi atau sabun cuci muka dengan perbandingan 8:1 bisa menjadi alternatif proses pembersihan. Oleskan campuran air sabun tersebut pada kain mikrofiber atau spons. Baru kemudian, usapkan spons atau kain mikrofiber pada area kulit yang bernoda.
- Biarkan material kulit yang basah karena terkena air hujan atau usai proses pembersihan kering secara alami. Hindari proses penjemuran di bawah paparan sinar matahari. Hal ini akan membuat warna pada produk memudar.
- Semir produk berbahan kulit sapi atau kambing dengan semir berwarna netral setiap 3-4 bulan sekali. Hindari semir berwarna karena dapat membuat produk berubah warna.
- Bersihkan kotoran dan debu sebelum menyemir. Kotoran yang menempel tanpa disadari akan mengikis permukaan kulit dan menyebabkan timbulnya goresan.
- Agar pori-pori kulit dapat bernapas dengan baik, jangan menggunakan boks dan kantong berbahan plastik untuk menyimpan aksesori berbahan kulit asli.
- Untuk produk kulit ular dan buaya uang umumnya melalui proses pewarnaan ulang. Hindari pemakaian produk yang mengandung pelarut petrolium dan silikon karena akan meninggalkan noda membekas dan merusak tekstur kulit. (f)