Beberapa orang menganggap akun Facebook atau Twitter sebagai sesuatu yang pribadi dan terpisah dari kehidupan profesional. Tapi, hal ini makin sulit dilakukan ketika media sosial sudah dianggap menjadi bagian penting seseorang. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk mengenal seseorang, termasuk anak buah, lebih jauh.
Menurut Chief Consultant dari Experd, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, ketika berteman dengan atasan di media sosial, ada satu hal yang harus ditanyakan pada diri sendiri: bisakah Anda mengendalikan diri? Jika Anda bukan tipe orang yang senang berkoar-koar di status, tak masalah. Jika Anda tak keberatan menampilkan diri yang penuh ‘topeng’ dan menggunakan media sosial sebagai alat pencitraan, juga tak masalah.
Berinteraksi lewat mention atau tag foto pun harus mempertimbangkan soal ini. Supaya tidak mengganggu, jangan melakukannya terlalu sering. “Yang paling penting, seakrab apa pun Anda dengan atasan, kalau ada sesuatu yang sepertinya kurang santun untuk diterbitkan, ya, tidak usah di-post,” ujar Cherry.(f)