Kebolehan kuliner Sydney menggeliat mulai tahun 2008. Kebiasaan menikmati hidangan cepat saji berganti dengan makanan yang diracik sungguh-sungguh dan disajikan dengan penuh gaya. Tak sedikit chef ternama memulai kariernya di kota pelabuhan ini. Nama-nama seperti Tetsuya Wakuda, Bill Granger, Kylie Kwong, dan juga Matt Moran mempunyai peran besar dalam menghidupkan tren food & beverage ini.
Populasi imigran yang mendominasi turut menciptakan variasi yang beragam. Restoran Jerman, Thailand, Malaysia, Vietnam, hingga Indonesia membukakan horizon rasa para Sydneysider, sebutan akrab untuk penduduk Sydney.
Circular Quay dan The Rocks: Artistik Sekaligus Nostalgia
Apalah arti kunjungan ke Sydney tanpa menyambangi Sydney Opera House. Ikon di kawasan Circular Quay yang beroperasi sejak tahun 1973 ini menjadi tempat bagi opera, konser musik, dan teater musikal yang mumpuni. Pemandangannya pun indah, menghadap Sydney Harbor Bridge. Anda bisa melakukan aktivitas bridge climb di ketinggian 100 meter. Spot favorit bagi wisatawan!
Tepat di ujung lainnya dari Circular Quay adalah area The Rocks. Kota tua ini mempertontonkan bangunan-bangunan berarsitektur zaman koloni Inggris. Tiap akhir pekan, Anda bisa menemukan banyak kerajinan suku Aborigin, perhiasan cantik, dan kacang-kacangan khas Australia di The Rocks Market.
Salah satu tujuan favorit saya, Adithya Pratama, kala itu adalah pâtisserie La Renaissance. Sebagai salah satu yang tertua di Sydney, La Renaissance menyajikan cake klasik seperti Tiramisu, Opera,dan Gâteau St-Honoré, ditemani macaron dalam variasi rasa dan ukuran yang cukup besar seharga AUD 2.70. Cara saya menikmatinya? Meneguk mocha hangat ditemani Tarte au Citron dan Salty Caramel Macaron, di pelataran belakang kafe yang berdesain Prancis kuno....
Satu lagi tujuan wajib saya di The Rocks adalah Lowenbräu Keller. Di resto masakan rumahan Bavaria (Jerman Selatan) ini, saya hobi memesan sepiring besar Schlachtplatte yang dilengkapi dengan pork knuckle, meatloaf, dan berbagai sosis Jerman. Cukup untuk 3-4 orang. Bagi yang kurang suka rasa bir Jerman yang cukup pahit, Lowenbrau punya Mango Affensaft. Ini campuran bir Jerman Franziskaner dengan jus mangga. Sangat segar di musim panas!
Akhir Pekan, Waktunya ke Pasar!
Sydney terkenal dengan pasar-pasarnya yang khas, terutama di hari Sabtu, di mana banyak petani dan perajin dari luar kota datang menjajakan hasil bumi dan makanan. Salah satunya adalah Glebe Market. Pasar ini digelar tak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 10 menit menaiki bus gratis yang beroperasi di sepanjang George Street. Tiap minggu, stall makanannya hampir selalu berganti. Favorit saya, duduk-duduk di taman Glebe sembari menonton band lokal dan menikmati makanan yang saya temukan di sekitar sini. Oh, ya, tiap November, berlangsung Glebe Street Fair. Sepanjang jalanan Glebe ditutup untuk akses mobil, demi mengakomodasi stall-stall dari seluruh Australia.
Di barat kota ada Paddington Market, yang terletak di Oxford Street, salah satu daerah nyeni di Sydney. Di sini, para penjual banyak menawarkan lukisan-lukisan modern, bahkan gozleme, martabak Turki.
Saya kerap mampir ke gerai Max Brenner, persis di depan market. Segelas Dark Chocolate with Crispy Wafer Balls selalu jadi pesanan saya. Rekomendasi lainnya adalah Chocolate Babka, Dessert Pizza, dan Suckao, minuman cokelat khas Max Brenner dengan kekentalan yang bisa Anda tentukan.
Brunch Seru di Sydney Fish Market
Ketika bermukim di Sydney, setidaknya 2 kali dalam sebulan saya menikmati Sunday brunch di Sydney Fish Market. Terletak di daerah Pyrmont, pasar ikan ini memiliki lebih dari 15 outlet yang tidak hanya menyajikan seafood, namun juga wine, keju, dan coffee shop. Siap-siap saja dengan keramaiannya. Maklum, ini tujuan akhir pekan wisatawan dan para Sydneysider.
Dalam penilaian saya, outlet Peter’s memiliki harga yang bersahabat dan hasil laut tersegar. Kegemaran saya adalah Peter’s Original Seafood Platter yang dipenuhi dengan battered fish, bbq octopus, calamari, cold-poached prawn, dan tiram masak ala Kilpatrick (diberi potongan bacon dengan saus inggris) dan bersaus mornay (saus keju yang dipanggang sebentar). Tak ketinggalan chips khas Australia: kentang berpotongan tebal bertabur chicken salt. Bagi orang Asia, jangan percaya pada tulisan porsi di menunya. Menu Platter forTwo yang selalu saya pesan, ternyata untuk dimakan 4 orang!
Belum pernah saya menikmati tiram dan salmon sashimi sesegar di sini. Aroma laut masih tercium, tanpa sedikit pun bau amis. Ditemani sebotol white wine yang saya beli di Fisherman’s Wine Shop, hari Minggu saya selalu jadi lebih lengkap!
Setelah kenyang menikmati seafood, rutinitas saya adalah berpindah ke Blackwattle Deli, masih di kompleks Fish Market. Biji kopinya dari Toby’s Estate, merek favorit saya di Australia, dan ice cream sandwich dari Pat & Stick’s Homemade Ice Cream. Makanya, bisa lebih dari setengah hari saya habiskan bersama dengan makanan enak di Sydney Fish Market!
Gaya Hidup Surry Hills
Surry Hills, daerah suburb terdekat dari Sydney yang semula kumuh, kini berubah menjadi kawasan paling hits sejak tren kawasan East Villlage, Manhattan, New York, merambah ke Australia.
Entrepreneur muda menghidupkan kawasan ini. Mulai dari restoran celebrity chef, toko makanan organik, kedai kopi dengan green eco concept, sampai bakery terkenal se-Australia, Bourke Street Bakery. Mau weekend brunch atau casual dinner dengan sajian kelas dunia, bisa ditemukan di sini. Potret lifestyle para Sydneysider!
Bourke Street Bakery terletak di pojok Devonshire Street dan Bourke Street. Croissant-nya bertekstur sangat lembut, dengan kulit luar yang flaky dan tekstur roti yang tidak berantakan. Sebagai seorang pastry chef, saya tahu betul ini berkat lamination process yang begitu rapi. Ginger Brulee Tart dan Pork Fennel Sausage Roll juga idaman. Penasaran dengan resepnya? Beli buku Bourke Street Bakery: The Ultimate Baking Companion (AUD 69.95) di sini.
Jatuh cinta saya terhadap Surry Hills termasuk dengan resto Bill’s. Resto milik celebrity chef Bill Granger ini berpamor lewat menu sarapannya. Organic Sourdough atau Rye Toast paling diminati. Termasuk juga Ricotta Hotcakes and Crab, Chorizo and Kimchee Fried Rice.
Bingung menjatuhkan pilihan lokasi untuk makan? Ada 2 resto Asia keren: Red Lantern milik Luke Nguyen dan TOKO, sebuah izakaya modern.
Luke menyajikan De La Lot yang terdiri dari potongan daging kambing yang dibungkus daun sirih, dibakar, lalu disajikan dengan bihun dan rempah daun segar. Ada juga Vit Nau Chao, hotpot berisi daging bebek, talas, dan kangkung. Kreatif dan melambungkan imaji rasa lebih dari sekadar pho dan spring roll yang biasanya terlintas di kepala awam.
Resto TOKO menyajikan menu berbeda daripada restoran Jepang lainnya. Selain sushi klasik, ada sajian seperti Aburi To Umeboshi No Unagi Nigiri (sushi isi unagi, foie gras, dan umeboshi) dan Tenaga Ebi No Nigiri (daging scampi, foie gras, dan truffle oil). Juga ragam robatayaki dan dessert-dessert menyenangkan seperti Momo To Mascarpone Ice Creme yang menggabungkan kecut white peach dengan hazelnut praline dan ice cream mascarpone legit.
Di sepanjang Crown Street, berbaris resto alfresco. Kapan lagi bisa menikmati makanan enak sambil duduk di pinggir jalan yang rimbun, tanpa perlu khawatir asap knalpot atau debu berlebihan.
Beberapa rekomendasi di atas adalah spot-spot kesukaan saya selama bermukim di sana. Sydney yang sekarang menjadi kapital kuliner, masih menghamparkan sejuta rasa lainnya. Nama-nama seperti Cho Dumpling, Gelato Messina, Arisun, dan Chat Thai adalah beberapa di antaranya, yang kalau tidak distop, bisa membuat artikel ini lebih panjang lagi!
Tip
• Taksi terhitung mahal, sementara monorail dan tram hanya beroperasi untuk daerah turis, seperti Darling Harbor dan sekitarnya. Pilih bus, dengan melihat jadwal tepat waktunya di www.131500.com.au
• Umumnya aktivitas berhenti pada pukul 5 sore, kecuali hari Kamis, buka hingga pukul 9 malam.
• Kebanyakan resto melakukan sistem split-shift (tutup pukul 2-3 siang, buka kembali pukul 5 sore untuk dinner). Selalu cek jam operasional agar tak kecewa.(f)
ALAMAT
- La Renaissance
47 Argyle St., The Rocks, NSW
- Lowenbrau
Di sudut Playfair & Argyle St., The Rocks, NSW
- The Rocks Market
Corner of Playfair & George St., The Rocks, NSW
Jumat: 10.00 – 16.00 (food market)
Sabtu & Minggu: 10.00 – 17.00
- Paddington Market
395 Oxford Street,Paddington, NSW
Sabtu: 10.00 – 17.00
- Glebe Market
Glebe Public School, Glebe Pt. Road, Glebe, NSW
Sabtu: 10.00 – 16.00
- Sydney’s Fish Market
Bank St., Pyrmont, NSW
- Bill’s
359 Crown St., Surry Hills, NSW
- Bourke Street Bakery
633 Burke St., Surry Hills, NSW
- Red Lantern
545 Crown St., Surry Hills, NSW
- TOKO Restaurant & Bar
490 Crown St., Surry Hills, NSW