Pertanyaannya, mungkinkah menikmati kondisi yang menyebalkan? Selain penerimaan, jawaban lain ada pada kemampuan tiap orang dalam menyugesti diri, dengan menciptakan ‘surganya’ sendiri.
Ada 1001 cara menikmati kemacetan. Mulai dari yang standar dan tak perlu banyak berpikir, seperti tidur, sampai yang lucu, unik, dan kreatif. Ada yang memakai waktu kemacetan ini untuk membuat survei lucu-lucuan dengan mengamati hal-hal unik di sekitarnya. Kemudian mengunggah hasil survei ini ke media sosial untuk panen komentar. Dipastikan, ke depannya, kekesalan urusan macet ini langsung teralihkan oleh panen komentar menghibur yang masuk ke akunnya.
Bersamaan dengan itu, secara tidak Anda sadari, otot mata menegang dan menimbulkan kelelahan atau fatigue. Belum lagi soal radiasi cahaya dan gelombang elektro magnetiknya yang berpengaruh pada fungsi kinerja organ dalam tubuh. Di sisi lain, bermain gadget secara tidak sadar akan mengaktifkan fungsi kerja kognitif kita. Risikonya adalah kecelakaan akibat hilangnya konsentrasi sesaat atau kelelahan.
“Kunci dari sugesti diri yang amat penting adalah rasa tanggung jawab. Jangan sampai dalam rangka memperoleh pengalihan atau hiburan, seseorang membahayakan nyawa orang lain,” tegas psikolog Monty Satiadarma, mengingat tidak sedikit angka kecelakaan yang disebabkan oleh pengendara yang sibuk dengan gadget-nya.