Sex & Relationship
Mengusir Tanpa Menyakiti

20 Oct 2013


Sejak kuliah teman pria selalu mengejar dan meminta Anda jadi kekasihnya. Meski Anda tak pernah membalasnya cintanya, namun ia malah mengatakan akan menunggu Anda yang sudah memiliki kekasih. Anda tak ingin berkata kasar padanya, namun Anda pun merasa terganggu.

Seperti yang dikatakan Irma Makarim, Sepertinya Anda perlu menjelaskan pada teman Anda bahwa membina hubungan kasih harus datang dari dua belah pihak. Teman Anda tidak berhak memaksakan kehendaknya, dan Anda perlu mengungkapkan bahwa Anda sama sekali tidak menginginkannya sebagai pasangan. Jika ia tahu Anda sudah memiliki kekasih, tapi tak mau mengubah sikap, ini memperlihakan bahwa ia tidak menghargai perasaan Anda, dan hanya sibuk berusaha memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
   
Anda perlu bersikap lebih tegas kepadanya dan memberi peringatan lebih jelas bahwa Anda  merasa terganggu dan tak ingin lagi diganggu. Ia mungkin kecewa dan marah, tetapi ia harus belajar menerima kenyataan. Tak perlu lagi Anda terlalu meladeninya, sebisa mungkin hindari ia.
   
Jika Anda merasa khawatir ia akan bersikap negatif, tak ada salahnya Anda meningkatkan kewaspadaan. Sebaiknya Anda memberi tahu orang sekitar, keluarga, dan teman tentang perilaku teman Anda itu, sehingga mereka bisa membantu Anda bila ia berusaha menyakiti Anda.
Advertisement

Menurut Monty Satiadarma, Anda tak harus memaksakan diri menerima cintanya. Mungkin ia berangan-angan tinggi untuk hidup bersama Anda, namun Anda tak harus memenuhi harapannya. Jika Anda menerima kehendaknya, artinya Anda melakukan tindakan atas keinginan orang lain yang bukan atas keinginan Anda. Jika itu terjadi, Anda akan merasa tak nyaman. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Mungkin saja ia memiliki kecenderungan untuk berusaha mendapatkan apa pun yang dikehendaki, namun setelah mendapatkan, ia dengan mudah meninggalkan. Apa pun kemungkinannya, Anda sebaiknya jangan terpengaruh oleh desakannya.
   
Anda tak harus menolak menggunakan kata dan tindakan kasar yang mungkin menyakiti dirinya, namun Anda tidak perlu terbuai oleh kata-kata manisnya. Ia perlu menghadapi kenyataan bahwa Anda tak berniat hidup bersamanya. Sesungguhnya Anda tak menyakitinya, justu membawanya ke realitas hidup yang tidak bisa ia paksakan.

Lebih baik baginya menyadari realitas yang ada, ketimbang membiarkannya berlarut-larut dalam dunia fantasi. Jika ia tak juga pergi, Anda bisa menjauh darinya dengan mengabaikan semua ajakannya. Katakan bahwa Anda tak bisa menemaninya atau Anda tak punya waktu untuk mengobrol dengannya karena kesibukan. Jangan merasa bersalah. Anda tidak bertanggung jawab atas pilihan hidup orang lain.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?