Sex & Relationship
Menghargai Materi

16 Mar 2013


Kekasih saya berasal dari keluarga yang selalu memanjakan dirinya dengan uang, sementara saya dari keluarga sederhana. Tiap kali ada masalah atau saat ia minta maaf, ia selalu menganggap semua bisa dimaafkan dengan benda dan hadiah mahal. Saya sudah katakan, itu tidak perlu dan membicarakannya. Tapi, ia malah mengatakan, tidak usah munafik, tidak ada wanita yang tidak suka hadiah mahal. Saya menyayanginya, tapi lama-kelamaan jadi ilfil. Bagaimana memberi pengertian pada dia?

Mariska – Medan

Menurut Psikolog Irma Makarim, tiap individu merupakan pribadi yang unik. Mungkin, ada wanita yang menyukai materi, tak peduli apa alasannya. Tetapi, banyak  juga yang tertarik pada hal penting lain, seperti kualitas dan nilai yang dijalani kekasih. Jadi, pandangan bahwa semua wanita menyenangi materi, boleh dikatakan keliru.

Pemberian hadiah pada acara tertentu, memang menyenangkan dan biasanya sangat dihargai, baik oleh wanita maupun pria. Ini biasanya dikaitkan dengan adanya perhatian. Tetapi,  pemberian hadiah dalam rangka menebus  tiap kesalahan, seperti yang dilakukan kekasih,  seolah menunjukkan kekasih berupaya membeli permintaan maaf Anda. Bagi kekasih ini adalah cara termudah menebus kesalahan. Ia tak perlu memperbaiki kekurangannya karena sudah menebusnya dengan uang dan hadiah. Mungkin kekasih tidak terlalu mengenal Anda, bisa juga karena kekasih dibesarkan dalam keluarga dengan sikap hidup seperti itu. Dalam bentuk lain, kini kita  juga melihat banyak  kenyataan di mana semua bisa dibeli dengan uang, terjadi dalam masyarakat kita.
Advertisement

Perlakuannya ini bisa mengganggu hubungan Anda berdua. Jadi, kalau Anda tak suka diperlakukan demikian, tunjukkan penolakan pada kekasih dengan kata-kata dan sikap. Tunjukkan keseriusan Anda dengan tidak menerima bingkisan sebagai permintaan maaf. Ungkapkan bagaimana Anda ingin diperlakukan.

Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, Anda tidak perlu tidak enak atas hadiah-hadiahnya  karena, toh, bukan Anda yang memintanya. Sebaliknya, silakan menerima agar ia merasa upaya dan niat baiknya Anda terima juga. Bagaimanapun, tetap sampaikan terima kasih atas pemberiannya walau bukan kebendaan yang Anda harapkan. Tak perlu Anda perbesar masalahnya dengan perbedaan sistem nilai. Yang penting ada permohonan maaf dan Anda bisa menerima. Jika Anda menolak akibat kesenjangan persepsi dengannya, malah konflik berkepanjangan.

Jika memang Anda tidak membutuhkan benda-benda tersebut, kumpulkan saja. Nantinya benda-benda itu bagaikan catatan sejarah, karena tiap benda memiliki makna peristiwa dan nilai maaf tersendiri. Mungkin suatu saat Anda berdua bisa menggunakannya untuk ‘napak tilas’ peristiwa perjalanan hidup bersama melalui titik-titik persinggungan emosional yang dicatat benda-benda tersebut.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?