- Efektif. Seberapa efektif metode tersebut dalam mencegah kehamilan dan bisa dipertanggungjawabkan. Menurut Prof. Syamsul Hadi, kontrasepsi seperti KB kalender dan kondom tidak bisa disebut sebagai KB yang efektif. Lain halnya dengan alat kontrasepsi jangka panjang, seperti metode hormonal dan alat implan, tingkat efektivitasnya jauh lebih tinggi.
- Riwayat kesehatan. Apakah seseorang atau dalam keluarganya pernah memiliki riwayat kanker atau tumor payudara? Jika pernah, maka akan lebih aman apabila ia menghindari kontrasepsi hormonal. Kondisi khusus, seperti, menyusui, menderita diabetes/hipertensi dan wanita yang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi kontrasepsi yang mengandung hormonal
- Tujuan penggunaan. Apakah tujuannya untuk menunda, menjarangkan, atau untuk menyetop sama sekali. Bagi yang ingin menunda, metode sterilisasi (operasi untuk wanita atau tubektomi) bukanlah pilihan.
- Kenyamanan. Apakah seseorang lebih senang menggunakan kontrasepsi mekanik, oral atapun implan.
- Efek nonkontrasepsi. Pada kontrasepsi jenis pil KB, ada beragam pil yang bisa dipilih sesuai dengan efek nonkontrasepsi yang diharapkan. Misalnya, supaya kulit cerah dan tidak berminyak, mencegah jerawat, mencegah endometriosis, dan sebagainya.