1. Tentukan kriteria nama. Misalnya, ingin nama yang mudah diucapkan, tidak mengandung konotasi negatif, mudah diingat, atau tidak terlalu panjang.
2. Nama adalah gabungan dari idealisme (seperti kaya makmur atau jaya abadi) dan unsur bidang usaha Anda. Namun, jangan menggunakan kata yang pasaran. Coba main dengan kata-kata. Misalnya, Anda senang dengan kata cemerlang. Coba cari padanannya dalam bahasa Arab atau Latin, yang mungkin terdengar lebih catchy.
Kalau sudah menemukan 2-3 nama yang cocok, Anda memerlukan bantuan notaris untuk mengecek di Kementerian Hukum dan HAM, apakah nama-nama tersebut sudah ada yang memakai atau belum. (f)
Baca juga:
Mendaftarkan HKI Mudah, Kok!
Ayo, Mendaftar!
6 Identitas Usaha
Lindungi Aset Anda