Trending Topic
Membangun Keluarga yang Sehat dan Bahagia

25 Jan 2014


Di hari ketiga (23/1) kegiatan SIKIB Expo, Kepala Unit Narkoba RS Bhayangkara Sespimma, Dr. Aisah Dahlan memberikan presentasi menarik mengenai psikologi perempuan dalam menghadapi permasalahan keluarga. Psikologi perempuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku, proses mental dan pikiran seorang perempuan. Termasuk mendalami perbedaan kerja otak pria dan wanita.

Program otak pria dan wanita diteruskan ke seluruh tubuh oleh sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi inilah yang mempengaruhi bentuk organ tubuh manusia, seperti jantung, lambung, paru-paru, dan kulit hingga menyebabkan perbedaan keseluruhan organ tubuh antara laki-laki dan perempuan.

Dalam sesi yang berlangsung selama dua jam dihadapan para anggota SIKIB ini, Dr. Aisah menjelaskan bagaimana cara menyikapi perbedaan antara pria dan wanita sehingga dapat membentuk keluarga yang harmonis, sehat dan kompak.

Menurut Dr. Aisah tubuh manusia memiliki magnet dialiri listrik yang diperoleh dari asupan makanan yang mengandung zat besi, antara lain bayam, kangkung, ati ayam, ati sapi juga dari air yang kita minum tiap hari. Selain itu, tubuh manusia juga mengeluarkan gelombang elektromagnetik dari 360 titik tubuh manusia yang dinamakan cakra. Cakra yang dikeluarkan melalui pembuluh meridier (pori-pori didalam kulit) ini berhubungan dengan hukum daya tarik menarik (Law of Attraction).
"Apa yang kita masukkan dalam tubuh akan berdampak pada kadar ‘cahaya’ dari tiap individu. Sesuatu yang ‘menarik’ kepada dirinya adalah segala hal yang satu sifat dengannya. Kalau memulai hari dengan sedih maka akan menarik kejadian atau peristiwa yang sedih juga, begitu pula sebaiknya,” jelas Dr. Aisah.

Kemudian Dr. Aisah mengatakan bahwa sentral magnet di tiap rumah ada pada penghuni rumah. Bila penghuni rumah senang maka akan menyebarkan energi positif kepada seluruh keluarga.
"Kalau Anda sedang senang ataupun kesal, maka anggota keluarga akan 3 kali lipat lebih senang atau kesal dengan anda," kata Dr. Aisah.

Lebih lanjut Dr. Aisah mengulas tentang anatomi otak laki-laki dan perempuan. Keberadaan otak tengah (corpus callosum) yang mengontrol fungsi kognitif dan motorik ternyata juga berpengaruh pada sikap dan kemampuan individu. Dr. Aisah mengatakan kalau wanita mampu melakukan multitasking karena corpus callosum-nya lebih tebal 30 persen daripada pria.
Advertisement
“Itu sebabnya wanita bisa melakukan berbagai pekerjaan yang tak berhubungan dalam satu waktu. Kalau pria corpus callosum-nya lebih tipis sehingga hanya mampu konsentrasi pada satu pekerjaan saja. Tak heran kalau misalnya memanggil suami atau anak laki-laki saat mereka menonton tv atau baca koran mereka tidak mendengar, karena kemampuan pendengarannya menurun. Maka lebih bijaksana bila mendatangi langsung dan berbicara dari jarak dekat,” urai Dr. Aisah.

Perbedaan sifat antara pria dan wanita berdasarkan corpus collosum ini juga berpengaruh pada kebiasaan dan cara berkomunikasi seseorang, antara lain:
• Wanita susah berterus terang, kalau pria lebih apa adanya.
• Wanita senang bicara dengan kontak mata, pria kurang menyukai kontak mata. Wanita kalau tertekan butuh bicara, pria memilih diam.
• Wanita curhat hanya ingin disimak, pria bila mendengar curhat otomtis memberi solusi.

Namun Dr. Aisah mengemukakan bahwa perbedaan ini seharusnya bukan jadi masalah, bila dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 “Suami-istri adalah belahan jiwa, seperti puzzle mereka saling mengisi dan melengkapi satu sama lain agar rumah aman, nyaman, dan bahagia. Dan menghindarkan keluarga dari jeratan narkoba, seks bebas, AIDS, tawuran, bullying, atau permasalahan sosial lainnya” jelas Dr. Aisah.

Woro Hartari Trianti




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?