Trending Topic
Maroko

29 Jul 2012

Negara Islam yang berada di kawasan Afrika Utara ini punya tradisi unik dalam berbuka puasa, yakni mereka akan berbuka dalam tiga sesi. Begitu azan magrib berkumandang, mereka akan langsung menyantap beberapa butir kurma dan minum air putih. Lalu, mereka segera pergi ke masjid untuk salat Magrib berjemaah. 

Setelahnya, mereka akan kembali ke rumah untuk makan malam ‘sungguhan’ bersama keluarga. Tidak seperti di Indonesia, yang terkadang berbuka puasa bareng sahabat atau rekan kerja, masyarakat Maroko ‘wajib’ makan di rumah saat berbuka puasa, yang dikenal sebagai tradisi ftour. Saat inilah kehangatan keluarga akan terasa benar, karena anak-anak yang belum wajib berpuasa, turut mengambil tempat. 

Dalam tradisi ini, seluruh anggota keluarga akan mengelilingi meja makan sambil berbincang atau menonton televisi. Menu yang tersaji di meja, antara lain Sellou (campuran dari biji wijen yang dipanggang, kacang almond goreng, tepung gandum yang dipanggang, dan gula pasir. Lalu, adonan dihancurkan dan diaduk dengan mentega leleh menjadi bubuk padat dan disajikan di atas piring). 

Advertisement
Ada juga chebekia yaitu kue kering dari tepung gandum, biji wijen dan minyak zaitun lalu digoreng dan dicelupkan ke dalam madu dan malwe (bentuknya mirip martabak di Indonesia, hanya isinya berupa telur rebus yang diberi bumbu bercita rasa gurih). Yang tak boleh ketinggalan adalah harira, yaitu sup tomat dengan daging domba dan lentil (kacang-kacangan). Menu ini dianggap bisa mengembalikan energi dengan segera.  Untuk minumannya, tersedia sharazat (teh susu berempah).

Setelah berbuka, seluruh anggota keluarga pergi ke masjid untuk salat Tarawih. Usai salat inilah, mereka akan memasuki sesi akhir dari buka puasa. Mereka kembali makan malam bersama di rumah, dengan menu yang lebih komplet dan berat, antara lain salad sayuran, tajine (daging sapi atau ayam yang dimasak dalam tajine), yang disajikan dengan roti kering khas Maroko, dan ditutup dengan minuman teh aroma mint. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?