Kepada V Magazine, New York, ia mengisahkan keseharian hidup di balik pamornya sebagai si boneka Barbie. Rutinitas pagi harinya diawali dengan merias wajah. Setelah itu, ia akan menyempatkan diri untuk online. Usai berkelana di dunia maya, ia melanjutkannya dengan bertualang di dunia astral (perjalanan di luar tubuh).
Tetapi, kegiatan yang bersifat soliter ini tidak menjauhkannya dari teman-teman. “Hampir tiap hari saya meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama sahabat-sahabat saya. Begitu di rumah, saya akan kembali menjadi istri yang baik dan menyiapkan makanan untuk pria yang saya cintai,” ujarnya, memaparkan kesehariannya.
Banyak yang tidak tahu bahwa dengan tubuh ekstremnya itu Valeria adalah pribadi yang aktif dan menyukai kegiatan outdoor. “Saya adalah seorang pendaki profesional. Saya pernah melakukan trekking di Gunung Himalaya, dan tinggal di daerah yang jauh dari peradaban hingga berminggu-minggu. Saya menyukai risiko dan tantangan. Saya tidak takut terhadap apa pun. Saya mengamati pergerakan energi dan membawa getarannya ke dalam setiap pekerjaan saya. Dalam hal ini, musik berbicara lebih baik daripada kata-kata,” ujar Valeria, yang juga dikenal sebagai penyanyi.
Publisitas internasional yang didapatnya dari V Magazine pula yang mendorongnya untuk merintis kehidupan baru di Amerika. Setelah menyanyi dan menjadi model, kali ini ia ingin dikenal sebagai konsultan spiritual dengan bayaran 80 dolar AS per orang. Dengan keahlian spiritualnya, ia menolong orang untuk mengalami perjalanan astral.
“Berbagai pertanyaan tentang apa dan mengapa kita ada, telah menarik perhatian saya sejak masih kecil. Tentang kecantikan, misalnya. Ada banyak wanita cantik di dunia ini, tapi keberadaan mereka seperti tidak terdeteksi. Sebab, wajah atau penampilan hanyalah bonus. Kalau engkau terlalu sibuk mengurusi penampilan, maka engkau akan kehilangan jati diri. Orang tidak akan tertarik padamu, karena mereka tidak dapat merasakan apa pun. Bukan kecantikan yang menjadikan seseorang sukses, tapi pekerjaan spirit yang ada di dalam diri kita,” ujar Valeria, yang berprinsip untuk menjalani hidup one day at a time. (f)