Trending Topic
Mahkota Untuk Miss India-Indonesia 2014

26 Jan 2014

“Masa depan ada di tangan wanita,” ungkap Duta Besar India untuk Indonesia Gurjit Singh, saat membuka acara penobatan Miss India Indonesia 2014, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Jumat (24/1). Kepercayaan ini pula yang mendasari penyelenggaraan kompetisi Miss India Indonesia.

Ajang ini tidak sekadar berfokus pada kecantikan semata, tapi juga ingin melahirkan wanita-wanita yang mampu memberikan kontribusi mereka kepada komunitas. Sesuai dengan tema mereka tahun ini, yaitu “Compassion And Empathy”.

Prinsip ini pula yang dipegang oleh Mansi Sarma (18), yang malam itu dinobatkan sebagai Miss India-Indonesia 2014. Menurutnya, seseorang tak perlu menunggu menjadi sosok sempurna untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat. Mansi yang sejak usia 3 bulan diboyong kedua orang tuanya untuk menetap di Indonesia ini belajar bahwa compassion atau welas asih dan empati adalah nilai yang dominan di Indonesia.

“Intinya adalah bagaimana kita bisa berbagi dengan sesama dan komunitas. Dan kita tidak perlu repot memikirkan bagaimana upaya kita ini dapat mengubah dunia. Tetapi, dengan kesetiaan, kita bisa mengubah satu kepala, kemudian beranjak ke satu lingkungan di tempat tinggal kita, lalu ke komunitas yang lebih besar, hingga akhirnya dunia berubah dengan sendirinya,” mahasiswi yang mengambil jurusan akting dan program studi jurnalistik di New York University ini usai penobatan.

Advertisement

Meski mengaku agak kagok berbahasa Indonesia, tapi ia sangat mengagumi kekayaan budaya dan kehidupan pluralisme di Indonesia. “Saya sangat menyukai semboyan unity in diversity (Bhineka Tunggal Ika), di mana setiap orang memiliki toleransi untuk menerima dan menghormati orang lain dengan latar belakang yang majemuk,” lanjut Mansi. Bekal kekayaan Indonesia ini pula yang akan dibawanya sebagai Miss India-Indonesia di ajang Miss India Worldwide 2014 yang berlangsung tahun ini di Auckland, New Zealand.

 

Naomi Jayalaksana

Foto: Reynette Fausto




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?