Career
Let's Move On!

12 Jan 2015

Tak semua karyawan mampu menerima kehadiran bos baru di kantor. Seperti apa pun bos baru yang nanti memimpin kita, akan ada saja daftar ‘dosa’-nya di mata kita (padahal belum kenal sama sekali!). Jika lebih muda daripada kita, dia dianggap belum berpengalaman. Jika jauh lebih tua, kita menganggapnya kurang update. Jika dia pria, kita bilang enggak seru, karena tidak bisa diajak girls’ night out. Kalau wanita, kita bilang hanya akan bikin kompetisi lebih sengit. Salah terus, deh, pokoknya.

Sama seperti membandingkan antara kekasih lama dan kekasih baru, sadar atau tidak, kita juga membandingkan antara bos lama dan bos baru. Gaya bicara, gaya berpakaian, gaya jalan, semua dibandingkan sampai ke hal terkecil yang tidak penting. Mereka adalah dua orang berbeda, jadi sudah sewajarnya kalau segala tentang mereka juga berbeda.

Hobi membandingkan sesuatu memang manusiawi. Tapi, kegemaran itulah yang membuat kita susah move on. Bos lama Anda sudah pindah ke tempat baru, barangkali juga lebih happy di sana. Terimalah kenyataan bahwa beda pemimpin berarti beda gaya leadership. “Buka pikiran Anda lebar-lebar. Jika kita sudah telanjur membuat penilaian, pikiran kita akan terblok. Akibatnya, kita sulit menerima hal baru,” Sylvina Savitri, konsultan karier independen, menegaskan.

Advertisement
Agar tidak terkenang-kenang oleh kepemimpinan bos lama, Anda harus benar-benar terbuka pada bos baru. Jangan jegal  tiap gagasannya dengan menyanggah, “Biasanya bukan begitu…” atau “Ide itu tidak mungkin diterapkan.” Siapa tahu dia bisa membawa tim menuju kesuksesan yang lebih besar. Atau menciptakan sistem yang efektif.

Percaya, deh, tidak ada bos yang ingin membawa timnya menuju jurang kegagalan. Karena, kegagalan anak buah adalah kegagalan dia juga. Sebagai orang baru, dia akan berusaha menunjukkan bahwa ia memenuhi syarat untuk duduk di situ. Jadi, jangan kaget jika dia ingin melakukan berbagai gebrakan, terobosan, dan inovasi. Sebetulnya ini kesempatan bagi Anda agar ‘terlihat’ olehnya. Caranya: dukung dia semampu Anda.(f)

FOTO: FOTOSEARCH



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?