Pertumbuhan ekonomi tak melulu ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Sektor ekonomi kreatif telah menjadi ‘batu lompatan’ pembangunan negara berkembang sejak beberapa tahun belakangan. Berdasarkan data BPS 2013, pertumbuhan ekonomi kreatif mampu memberikan sumbangan kepada produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 7 persen atau sekitar 642 Triliun.
Sebagai gelombang keempat perekonomian setelah ekonomi pertanian, industri, informasi, ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi ekonomi, penciptaan lapangan usaha dan iklim bisnis, inovasi dan kreativitas.
“Kekuatan suatu negara bukan hanya diukur dari kemampanan ekonomi maupun pembangunannya, namun juga dari inovasi, kreasi dan kreativitas. Misalnya Italia terkenal akan ragam kuliner dan fashion, Korea dengan budaya K-Pop, Jepang dengan Komik Manga, Amerika dengan industri hiburan Hollywood, sedangkan kekuatan utama ekonomi Indonesia terletak pada kuliner dan fashion,” ungkap Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada hari Rabu (20/11) di Femina.
Sejumlah program yang diusung Femina Group juga sejalan dengan pernyataan Mari. “Kami memiliki program kreatif untuk kehidupan pembaca yang lebih baik, misalnya Wanita Wirausaha, Women Leadership Network, Wajah Femina, Gadis Sampul, dan Jakarta Kids Festival. Kami pun bertekad untuk mengembangkan industri mode di Indonesia melalui Jakarta Fashion Week, Lomba Perancang Mode, Lomba Perancang Aksesori, Cannes Lion juga Cleo Fashion Award,” jelas Chief Community Officer Femina, Petty S. Fatimah.
Banyak tantangan yang harus ditaklukkan agar industri kreatif tetap maju. Pengembangan sumber daya teknologi, industri kreatif, peningkatan akses pembiayaan, peningkatan akses pasar sampai penguatan institusi adalah beberapa di antaranya. Kemenparekraf menjawab tantangan tersebut dengan memberikan ruang kreatif dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) guna mendapatkan talenta terbaik dari anak bangsa.
Mengusung tema Indonesia Creative Power 2013, PPKI akan digelar di Epiwalk, Kuningan, Jakarta tanggal 27 November - 1 Desember 2013. Lebih dari 1.000 pelaku kreatif dari 15 subsektor berbeda, akan bergabung dalam acara ini. Pameran, bincang kreatif, klinik konsultasi, lomba fotografi dan cosplay serta seni pertunjukan musik dan kesenian daerah akan memanjakan pengunjung.
Woro Hartari Trianti