Menurut Usagi, dulu, aktivitas cosplay sering diadakan di kampus yang memiliki jurusan sastra Jepang. Berbeda dari komunitas pada umumnya, komunitas ini bersifat cair, tidak ada kepengurusan, termasuk ketua. Setiap orang bebas membentuk tim masing-masing. Mereka biasanya bertemu jika ada event tertentu. Para cosplayer rutin berkumpul. “Tempat favorit kami di Kota Tua (Jakarta). Di situ, kami berfoto rame-rame.”
Usagi punya sekitar 50-an kostum. “Sebagian besar adalah kostum karakter Sailor Moon!” katanya. Dari mana ia memperoleh kostum sebanyak itu? “Cari bahan dan aksesori sendiri, lalu saya jahit sendiri pula. Kalau ke penjahit, takutnya mereka nggak ngerti yang saya mau, karena bajunya aneh-aneh,” katanya. “Ini bukan hal yang buang-buang waktu. Hobi ini mengasah kreativitas kami,” sambungnya.
Anggota cosplay yang sebagian besar wanita, tidak mengenal umur, ada yang masih kelas 5 SD, ada pula pekerja kantor yang sudah menjabat manajer. Forum mereka bisa ditemui di facebook cosplay Indonesia dan online magazine www.cosmagz.com.
Suka merajut atau ingin belajar merajut? Gabung dengan komunitas ini.