Siapa pun di kelompok ini bisa berbicara tak hanya tentang sejarah dan budaya Sunda, tapi juga sejarah dan budaya Indonesia. Asep bahkan pernah mengadakan tur bersama KHI ke daerah Kota Tua, dan menggratiskan biaya bagi semua pengunjung yang bernama Asep (dibuktikan dengan KTP atau kartu identitas lainnya). “Biasanya kami berkumpul tiap Sabtu atau Minggu, sekadar duduk-duduk ngobrol di kafe. Tapi, karena kesibukan masing-masing, kami tak bisa rutin bertemu,” lanjutnya. Ia pun menjelaskan, nama Asep sesungguhnya berasal dari kata kasep, alias tampan, yang merupakan nama panggilan sayang dari para orang tua masing-masing. (f)
Mereka memiliki ketertarikan yang sama, UFO. Penasaran? Baca di sini.