Suasana yang asri dengan pepohonan dan gemercik air spontan menyergap kala memasuki rumah makan milik Lilik ini. Bilik-bilik makan dari anyaman bambu berhias kentongan hijau pada tiap sudut bilik.
Pincuk berarti daun pisang yang dibentuk menjadi alas makan. Dari sinilah nama makanan pecel pincuk lahir. Rumah makan sengaja menghadirkan menu jadul yang tak pernah meleset dari lidah orang Jawa, yakni nasi pecel. Pecel pincuk dilengkapi sayuran ndeso, seperti kecipir, daun singkong, kacang panjang, taoge, dan daun kemangi. Bahkan, ada campuran sayuran yang jarang dilihat orang kota, seperti kembang turi dan kenikir. Kelangkaannya disiasati dengan menanamnya sendiri di pekarangan resto. Setelah ini, Anda akan terkejut menikmati rasa gurih yang beda pada bumbu kacangnya. Rupanya, ada campuran kacang mete, rahasia bumbu pecel yang selalu sedap. Sekadar info, paduan mete-kacang tanah juga yang dipegang teguh beberapa tempat makan pecel atau gado-gado di beberapa tempat lain.
Pecel tersaji bersama nasi putih, serundeng daging sapi, tempe goreng, kering tempe. Lilik tak lupa juga menggoreng pendamping wajib berupa rempeyek kacang tanah. Kala tertata apik di atas wadah anyaman bambu beralas daun pisang, lengkap sudah nostalgia kembali ke kampung ini.
Beranjak ke sego jagung, sebuah menu Surabaya lainnya. Hidangan yang bahkan sudah diangkat ke banyak hotel berbintang di Surabaya ini merupakan jagung yang dicincang hingga mirip nasi. Pengiring wajibnya adalah ikan asin dan urap. Anda dapat menambahkan pepes tongkol, jika menginginkan rasa yang lebih meriah.
Keasrian suasana makan terasa pol bila diiringi teh poci dengan rasa manis gula batu. Coba pula Es Dawet Srikandi. Dawet-nya dibuat sendiri, bebas pewarna hijau artifisial, dan beraroma pandan yang lembut,. Terlihat tapai singkong dan ketan hitam di antaranya.
Lokasi: Jl. CBD Blok J-2, Sektor IX Bintaro Jaya, Tangerang. Telp: (021) 71494863 Harga*): Rp1,000 – Rp22,000. Jam buka: 07.30 – 21.00 WIB. Suasana: Rumahan gaya jawa, cocok untuk keluarga.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
MONA INDRIYANI. FOTO: MI