Food Review
Kelezatan Pecel Suroboyo-an

22 Jul 2011

Siapa sangka di antara padatnya perumahan dan perkantoran Bintaro, Jakarta, terdapat sebuah rumah makan yang tampak asri, Pecel Pincuk Godong Ijo. Sebuah salon yang mentereng dan populer di area tersebut menjadi penanda jalan mudah bagi yang kesulitan mencari titik persembunyian rumah makan khas Surabaya ini.
Suasana yang asri dengan pepohonan dan gemercik air spontan menyergap kala memasuki rumah makan milik Lilik ini. Bilik-bilik makan dari anyaman bambu berhias kentongan hijau pada tiap sudut bilik.

Pincuk berarti daun pisang yang dibentuk menjadi alas makan. Dari sinilah nama makanan pecel pincuk lahir. Rumah makan sengaja menghadirkan menu jadul yang tak pernah meleset dari lidah orang Jawa, yakni nasi pecel. Pecel pincuk dilengkapi sayuran ndeso, seperti kecipir, daun singkong, kacang panjang, taoge, dan daun kemangi. Bahkan, ada campuran sayuran yang jarang dilihat orang kota, seperti kembang turi dan kenikir. Kelangkaannya disiasati dengan menanamnya sendiri di pekarangan resto. Setelah ini, Anda akan terkejut menikmati rasa gurih yang beda pada bumbu kacangnya. Rupanya, ada campuran kacang mete, rahasia bumbu pecel yang selalu sedap. Sekadar info, paduan mete-kacang tanah juga yang dipegang teguh beberapa tempat makan pecel atau gado-gado di beberapa tempat lain.

Pecel tersaji bersama nasi putih, serundeng daging sapi, tempe goreng, kering tempe. Lilik tak lupa juga menggoreng pendamping wajib berupa rempeyek kacang tanah. Kala tertata apik di atas wadah anyaman bambu beralas daun pisang, lengkap sudah nostalgia  kembali ke kampung  ini.

Beranjak ke sego jagung, sebuah menu Surabaya lainnya. Hidangan yang bahkan sudah diangkat ke banyak hotel berbintang di Surabaya ini merupakan jagung yang dicincang hingga mirip nasi. Pengiring wajibnya adalah ikan asin dan urap. Anda dapat menambahkan pepes tongkol, jika menginginkan rasa yang lebih meriah.

Advertisement
Sego jagung ini mengeluarkan aroma khas kala panas. Pulen, karena ditanak hingga benar-benar lembut. Hidangan ini dicampur sedikit nasi putih (walau beberapa orang Surabaya memakannya tanpa campuran nasi). Namun, rasa jagung yang kompleks (manis, sedikit gurih) memang menjadikan sego ini mencuat sebagai sego jagung, karena unggul dibanding rasa nasi yang tawar. Arek Suroboyo yang sudah berumur umumnya sulit melupakan kelezatan pangan yang dahulunya mewarnai menu sehari-hari ini.
Keasrian suasana makan terasa pol bila diiringi teh poci dengan rasa manis gula batu. Coba pula Es Dawet Srikandi.  Dawet-nya dibuat sendiri, bebas pewarna hijau artifisial, dan beraroma pandan yang lembut,. Terlihat tapai singkong dan ketan hitam di antaranya.

Lokasi: Jl. CBD Blok J-2, Sektor IX Bintaro Jaya, Tangerang. Telp: (021) 71494863 Harga*): Rp1,000 – Rp22,000. Jam buka: 07.30 – 21.00 WIB. Suasana: Rumahan gaya jawa, cocok untuk keluarga.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.

MONA INDRIYANI. FOTO: MI




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?