Tiang persegi bergambar seporsi laksa bertuliskan ‘Laksa Betawi Asirot’ berdiri kokoh di depan rumah itu. Sepintas, kita mungkin menganggapnya rumah tinggal biasa, halaman tak berpagar, ditemani pepohonan kecil, serta beberapa kursi bambu dan plastik. Namun siapa sangka, di dalam rumah berjendela kaca lebar itu, dijual santapan lezat khas Betawi yang eksis sejak tahun ’70-an.
Di dalam ruang tamu yang disulap menjadi ruang makan berkapasitas 15 orang itu tampak showcase kayu berkaca lebar menjadi tempat mejeng telur balado dan aneka semur, termasuk semur daging sapi. Empuk, berwarna hitam pekat berkat kecap Cap Benteng, dan berkuah kental rempah dominan.
Juaranya, si Ketupat Laksa. Kuah kuningnya beraroma ebi yang tajam. Tanpa bihun seperti laksa lainnya, melainkan berisi ketupat pulen yang dimasak selama enam jam, taoge pendek mentah, dan daun kemangi. Bawang goreng dan sambal goreng memperkaya rasa.
Ketupat Sayur tidak jauh beda nikmatnya. Berupa potongan ketupat disiram sayur kacang panjang bersantan. Bumbu dasar merah (di antaranya bawang merah, cabai merah, gula merah, merica, lengkuas, daun jeruk, serai, dan salam) ditambah udang rebon yang dihaluskan, menjadi kunci sedapnya sayur.
Alamat: Jl. Ashirot No. 2, Kampung Baru, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Telp: (021) 7267504. Jam buka: Senin-Minggu, 10.00-22.00 WIB. Harga: Rp1.500-Rp14.000. Suasana: Ruang tamu dengan tiga meja makan berkapasitas duduk 15 orang. Sederhana, namun tetap nyaman.