Kemudahan orang Indonesia untuk mendapatkan sepeda motor menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang bisa memilikinya. Menurut Sigit, untuk bisa membeli motor, banyak skema yang ditawarkan oleh penjual, mulai dari down payment ringan hingga cicilan yang murah. Kehadiran motor matic membuat orang kian mudah mengendarai sepeda motor. Menurut data AISI, angka pembelian sepeda motor oleh para wanita Indonesia meningkat cukup signifikan. Jika tahun 2010 masih di angka 8%, di awal tahun 2015 ini angkanya sudah mencapai 15%. "Wanita memilih motor matic karena modelnya ramping dan ringan jadi mudah dikendarai,” ungkap Sigit.
Contihnya, perilaku pengendara sepeda motor yang menerobos lampu merah, sengaja melawan arah, zig-zag, masuk ke jalur busway atau jalan layang, seperti sudah dimaklumkan. Wanita pengenara sepeda motor bahkan kerap dipandang sebagai 'ancaman' bagi pengguna jalan lain. Mereka dianggap paling tidak punya aturan. Mulai dari tidak menyalakan lampu sein ketika akan belok, berjalan lambat di sisi tengah jalan, membonceng anak tanpa helm, hingga menggunakan busana yang tidak nyaman untuk berkendara seperti rok dan sepatu berhak tinggi. Jelas, apa yang mereka lakukan tak hanya membahayakan diri sendiri, melainkan orang lain. (f)