Di siang hari yang tenang, tiba-tiba sebuah kabar mengejutkan datang dari kawasan jalan protokol, Mal Sarinah di Jl. Thamrin. Terjadi ledakan bom dan penembakan yang mengakibatkan meninggalnya 7 orang dan 24 lainnya luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat, warga yang sempat diliputi kecemasan pun segera mencari informasi.
Salah satu sumber informasi sekaligus tempat warga bereaksi secara spontan, adalah lewat media sosial. Warga Jakarta menyikapi hal ini dengan reaksi yang beragam. Sejak Kamis kemarin, beberapa tagar sempat menjadi trending topic. Di antaranya, #KamiTidakTakut, #JakartaBerani, #IndonesiaUnite, #PrayforJakarta, #SafetyCheckJKT, dan lainnya. Tagar tersebut menyuarakan bahwa aksi terorisme tidak membuat warga merasa gentar.
Berikut ini beberapa di antaranya:
Petty S Fatimah (Facebook)
Pesan untuk intruder : ?#?kamitidaktakut?
Pesan untuk kita sendiri : ?#?berhenti? menjadi ?#?fanatik? pada apa saja (keinginan meneror bisa bermula dari situ).
@yennywahid (Twitter)
Tuhan bersama mereka yang mengasihi sesamanya. Indonesia bersatu melawan terorisme.
@ReneCC (Twiiter)
@HafidzAns
#KamiTidakTakut bukan berarti menantang pihak manapun. Selain itu juga tidak ada maksud untuk mengurangi rasa empati & duka terhadap korban.
@Sherinasinna
Hindari menyebarkan info simpang siur yg blm dikonfirmasi. Stop menyebarkan foto korban. Spread the news, not the terror. Stay safe.
Reaksi warga di media sosial begitu deras dan beragam. Bersuara dan menunjukkan sikap, itu memang diperlukan. Namun, tidak dengan asal ikut-ikutan. Ada baiknya agar kita perlu lebih menyaring informasi yang masuk dan bijak dalam menyebarkannya. Misalnya, dengan tidak ikut-ikutan membagikan foto korban. Karena itulah yang diinginkan pihak teroris, dengan begitu, secara tidak langsung kita ikut menyebarkan teror.
Selain itu, ada baiknya pula kita memilih pesan dengan tagar yang tepat, agar bisa menyebarkan pesan yang positif dan saling menguatkan.
Warga Jakarta juga bereaksi cepat lewat ajakan aksi solidaritas. Berduyun-duyun, warga berbalut baju putih mengheningkan cipta dan berdoa untuk para korban di Sarinah. Upaya untuk saling menguatkan dan menunjukkan warga Jakarta berani dan peduli masih berlanjut esok (Sabtu, 16/1) di aksi para pengendara motor menyusuri Jl. Panglima Polim menuju ke Tugu Proklamasi. Malam harinya, Kontras menggelar aksi solidaritas di trotoar Sarinah dengan membawa bunga atau lilin.