- Nasi Liwet Bu Parmi di Jl. Slamet Riyadi, Purwosari, Surakarta, untuk sarapan. Setelah sarapan setangkup nasi liwet berisi daging ayam kampung suwir yang legit, ditambah telur ayam rebus, sayur santan labu siam dan dua jenis areh, perut ini puas! Apalagi ketika ditutup dengan pencuci mulut berupa gendar ijo (ketan dengan warna alami suji) dan ketan kukus bertabur kedelai bubuk dan kelapa parut. Ketan disirami juruh, yakni gula merah yang dicairkan.
- Pasar Gede Harjonegoro Solo. ‘Seperangkat’ jajanan pasar lengkap terdiri dari tiwul, gethuk, sawut, kelepon, ketan hitam dan putih, cenil, grontol, jadah blondo, wajik, jenang, dan brambangan asem Yu Sum siap masuk ke dalam perut. Di sudut pasar, nikmati legitnya cabuk rambak (ketupat bumbu pecel dan kerupuk rambak alias gendar), serta segarnya Dawet Selasih Bu Dermi. Blusukan pasar makin lengkap dengan memborong bumbu pecel wijen hitam.
- Timlo Sastro 1, di bagian belakang pasar Pasar Gede Harjonegoro. Terpampang spanduk bertuliskan ‘Pelopor Timlo Solo Sejak 1952’. Seporsi timlo berisi sosis solo polos dan potongan telur bacem akan memuaskan makan siang Anda!
- Serabi Solo Notosuman Ny. Lidia di Jl. Mohammad Yamin No.28. Banyaknya penjual serabi di jalan raya itu membuat kami bisa mencium harumnya adonan tepung beras dan santan walau dari jauh.
- Warung Selat Mbak Lies, Serengan Gang 2/42. Tampilan warung makan terkenal itu nyentrik, dihiasi pernak-pernik keramik. Sambil lesehan, pilih selat bestik atau lidah sapi dan rolade. Steak ‘Jawa’ ini berkuah manis gurih, dilengkapi sayuran rebus dan mayones. Es tape ketan hijau menemani sajian ini.
- Tengkleng Klewer Bu Edi, tepat di sisi gapura Pasar Klewer. Nasi tengkleng disajikan dalam pincuk, dan bisa dibeli tanpa nasi. Segera seruput kuah kuningnya agar tidak tumpah! (f)