Travel
Inspirasi Alam di Kota Hijau

20 Jun 2014


Momen Hari Bumi yang jatuh pada 22 April adalah momen yang tepat untuk menggelorakan gerakan hidup hijau dan kembali ke alam. Gerakan hijau ini sekarang juga mulai diadopsi oleh kota-kota besar dunia sebagai bagian dari kebijakan tata kota. Berikut ini adalah beberapa kota hijau di dunia, pilihan femina yang layak  menjadi destinasi traveling Anda. Berjalan kaki, bersepeda, berkereta api, atau duduk bersantai di tamannya yang rindang adalah beberapa cara yang paling sempurna untuk menghabiskan waktu di tempat-tempat inspiratif ini.  

Bogotá, Kolombia

Kota berpenduduk 7 juta jiwa ini telah berhasil mengurangi pencemaran udara, baik dilihat dari perbaikan kualitas udara, pasokan air bersih, kenaikan jumlah pohon, sampai fasilitas umum yang turut dihijaukan. Bisa dilihat dari disediakannya jalur khusus sepeda dan transportasi publik yang nyaman dan ramah lingkungan. Seperti halnya car free day di Jakarta, tiap hari Minggu dan hari libur nasional, sebanyak 2 juta orang akan memadati jalan-jalan utama ibu kota.   

Bogotá yang memiliki 1.066.463 pohon ini menawarkan banyak wisata alam, misalnya Jardin Botanico Jose Celestino Mutis, sebuah taman botani yang dipenuhi warna-warni 5.000 jenis tumbuhan anggrek. Ada pula tempat sempurna untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas pegunungan ditemani kicauan burung-burung langka, yaitu Parque Natural Chicaque, atau tempat menikmati indahnya air terjun tertinggi di Kolombia, Cascada La Chorrera.   



                   
Hamburg, Jerman

Pemegang gelar European Green Capital tahun 2011 ini terus melakukan pengembangan kota yang selaras dengan alam. Melalui program Green Network, 40%   ruang Kota Hamburg didedikasikan untuk jalur hijau dan ruang terbuka hijau, termasuk memberikan layanan commuter gratis.
   
Pencinta taman akan betah berlama-lama di Park Planten un Blomen yang menyediakan atraksi air mancur, taman bermain dan arena seluncur es, serta aneka jenis flora. Atau di Stadtpark Hamburg, taman kota seluas 150 hektare yang sudah berusia 100 tahun, tempat untuk menikmati padang rumput, pepohonan tinggi dan rindang, serta danau-danau cantik.

Jika ingin menghindari ingar-bingar kota, Desa Treppenviertel bisa jadi tujuan alternatif. Susuri jalan-jalan berlikunya yang dikelilingi bukit dan pemandangan indah Sungai Elbe yang menyejukkan mata.


Stockholm, Swedia

Malmö, Swedia

Ada sekitar 27 taman asri dan lahan hijau di sepanjang jalanan Kota Malmö. Dua taman terbesarnya, Ankarparken dan Daniaparken, didesain dengan biotope (lahan menyerupai habitat asli flora maupun fauna), seperti rawa-rawa, kebun oak, pohon-pohon asri, dan hutan pinus. Selain taman, pemandangan kota juga dihiasi bangunan-bangunan hijau yang di bagian tembok dan atapnya ditumbuhi tanaman merambat.   
   
Wilayah The Western Harbour dan Västra Hamnen yang dulunya merupakan kawasan industri ‘disulap’ menjadi kawasan permukiman dan bisnis yang seratus persen dihidupkan oleh energi matahari, angin, tenaga air, dan biofuel.

Selain itu, terdapat pula 420 km jalur sepeda dan fasilitas angkutan massal menggunakan biogas yang diolah dari sampah rumah tangga. Menariknya, tenaga listrik untuk menerangi 60.000 rumah warga Malmö serta rumah sakit, kantor pemerintah, sekolah, museum, dan apartemen diperoleh dari 48 kincir angin yang berdiri tegak di laut dan darat.
       
Kopenhagen, Denmark

Diperkirakan sekitar 35.000 pengendara sepeda melintasi jembatan Queen Louise's di Kopenhagen untuk beraktivitas tiap harinya. Tak heran jika kota ini juga dijuluki Kota Sepeda. Tak hanya itu, sudah menjadi standar bagi beragam toko gaya hidup, seperti pakaian dan produk kecantikan, untuk menjual produk-produk yang  ramah lingkungan. Untuk terobosan di dunia kuliner, warga Kopenhagen lebih senang berkreasi menciptakan makanan dengan produk lokal berbahan alami.  
         
Untuk menekan penggunaan energi listrik, lampu LED dipilih untuk menerangi taman-taman kota, termasuk taman kota seluas 21 hektare yang paling populer di dunia, Tivoli Gardens. Taman ini lebih dari sebuah taman hiburan, dikelilingi 400.000 bunga indah dengan hiasan air mancur dan sorotan 111.000 lampu LED yang dirancang khusus.



Curitiba, Brasil



Kota di selatan Brasil berpopulasi 2 juta penduduk ini memiliki 1.000 meter persegi ruang hijau, 14 wilayah hutan, juga 16 taman dan kebun botani. Curitiba menempuh segala cara untuk memperbanyak ruang terbuka hijau. Bekas tempat pembuangan akhir disulap menjadi taman-taman yang lebat dan asri. Danau-danau artifisial juga dibangun di tengah kota.          
 
Salah satu atraksi yang paling populer adalah Curitiba Botanical Garden. Di sana dapat ditemui taman dan bangunan bergaya art nouveau yang beratmosfer seperti dunia khayalan. Ada pula objek wisata alam di Ponta Grossa yang bernama Vila Velha State Park. Di sini, kita bisa melihat lanskap ekstrem seperti hamparan batu pasir, celah bebatuan, dan danau alami yang merupakan bagian dari warisan geologi Brasil.




Portland, AS

Advertisement




Sejak tahun 1996, Portland telah memiliki sekitar 400 atap hijau yang menutupi sekitar 20 hektare atap rumah warganya. Dalam 5 tahun ke depan, pemerintah kota berencana untuk menambah 43 hektare atap hijau.       

Wilayah Portland juga bertabur wisata alam, misalnya sungai yang ‘dikawal’ oleh 80 mil lembah bernama Columbia River Gorge National Scenic Area, serta situs geologi menarik, Oneonta Gorge. Pada hari yang cerah, berjalan-jalan di antara barisan bunga-bunga mawar indah di International Rose Test Garden dengan latar Pegunungan Hood bisa menjadi acara piknik yang istimewa.






Vancouver, Kanada



Penduduk Vancouver adalah salah satu yang paling beruntung karena bisa menikmati wisata gunung, selat, sungai, dan danau selama 4 musim di dalam satu kota. Dengan kualitas udara yang baik, tentu saja mereka lebih memilih pergi ke tempat rekreasi alami, seperti ke Stanley Park, yang pinggirnya berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik. Menyusuri jalan setapak sambil memandang samudra, atau bersepeda dan hiking kecil-kecilan di tengah taman, menjadi pengalaman yang istimewa.

Di hari yang cerah, taman dan danau yang tersebar di seluruh penjuru kota menjadi tempat favorit untuk pesta barbecue. Pencinta alam juga bisa mountain biking atau hiking di Grouse Mountain, menyusuri jembatan gantung panjang Capilano yang mendebarkan, bermain ski dan snowboard,  atau sekadar duduk menikmati gondola di Whistler Village, lokasi Winter Olympics 2010.


San Francisco, California



San Francisco adalah kota pertama di Amerika yang melarang penggunaan kantong plastik pada tahun 2007. Panduan berjalan kaki dengan transportasi umum (seperti bus dan trem) memungkinkan tiap pelancong menikmati Kota San Francisco tanpa kendaraan pribadi.

Atraksi lainnya adalah Fisherman’s Wharf yang ada di sebelah barat pusat perbelanjaan Pier 39. Di sini kita bisa menikmati debur ombak sembari melihat kapal-kapal bersandar di dermaga Pantai San Francisco Maritime. Berolahraga di kota ini juga terasa lebih asyik dan spektakuler, seperti berlari dan bersepeda menyeberangi San Francisco Bay Bridge dan Golden Gate Bridge. Golden Gate Park juga layak masuk daftar kunjungan. Taman kota terbesar ini merupakan rumah bagi dua museum, De Young Museum Seni dan California Academy of Sciences, sekaligus Taman Teh Jepang dan konservatori bunga.


Almere, Belanda




Hanya dalam kurun waktu 30 tahun, Almere telah menjadi salah satu kota teladan di Belanda. Kota yang berdiri tahun 1976 ini mampu ‘menarik’ hampir 190.000 penduduk dan 13.000 jenis industri. Meski terhitung sebagai kota pinggiran, Almere mampu memberikan alternatif pola hidup hijau yang penuh inovasi. Sebagai contoh, adanya jalur sepeda dan kereta api yang mengelilingi kota, serta fasilitas gratis bus untuk semua warga. Ada pula sistem pembuangan limbah dengan teknologi canggih dan penggunaan teknologi fiber optic yang memungkinkan penduduknya mengakses internet di mana saja.

Berada di antara perairan Laut Selatan, sejauh mata memandang lanskap daratan Almere ‘dihiasi’ oleh padang bunga tulip, taman-taman indah, juga bangunan kincir angin dan tanggul air. Lalu melalui sistem The Zoneiland, yaitu 520 panel surya terbentang di lahan seluas 7.000 m², diperoleh sekitar 9.750 gigajoules energi terbarukan yang berkelanjutan, salah satunya untuk memberikan aliran air panas alami untuk sekitar 2.700 rumah penduduk. Sistem Zoneiland juga membantu mengurangi produksi CO2 sebesar 50%.


Toyota City, Jepang



Tinggal di kota yang bersih, bebas polusi, dan ramah lingkungan tak lagi jadi wacana di Jepang. Setidaknya, satu kota bernama Toyota yang terletak di perfektur Aichi, sudah menerapkan Ecoful Town sejak lama. Tahun 2009, oleh pemerintah Jepang, kota yang memiliki jumlah penduduk 423.343 jiwa ini terpilih sebagai kota percontohan yang telah berhasil menekan produksi karbon hingga 9%. Tak hanya itu, kota ini juga disebut sebagai pionir yang mampu mengembangkan solusi mengatasi permasalahan global warming.
   
Lalu, pada tahun 2011, kota seluas 918,47 km² ini mulai menerapkan Next Generation Energy Mobility Creation Zone, yang salah satunya dilakukan melalui sistem transportasi ramah lingkungan. Sistem tersebut dibuktikan melalui penggunaan kendaraan hybrid yang memakai baterai sebagai sumber tenaga, penyediaan charging station, hingga tempat khusus penyimpanan baterai. Kota dengan simbol bunga matahari ini memang memiliki target besar: bisa menurunkan emisi CO2 sebanyak 70% pada tahun 2050 mendatang.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?