Adapula karya Goeffrey Tjakra (baca: Chuckra), yang ‘quirky’ dengan mangkuk kecil dengan wajah ekspresif di dasar mangkuk. Ada pula karya berupa vas bunga dengan wajah tersenyum sendu di tengahnya. Dalam workshop-nya, seruling keramik berbentuk burung menjadi objek pembelajaran. Terlihat anak-anak turut menikmati proses membuat instrumen musik tersebut. Seru!
Masih banyak lagi seniman keramik yang menyebarkan ‘virus’ cinta keramik lokal dalam pameran tersebut. Tak lupa ada bazaar keramik dengan harga miring mulai Rp5.000 – Rp200.000 untuk alat saji dapur. Tandai kalender Anda, jangan sampai terlewatkan. (f)
Theofilia Viyoshi