Melanggar etika di perjalanan bisa berakibat buruk terhadap nama baik kita. Tentu masih segar dalam ingatan kita berita tentang seorang pejabat pemerintah yang memukul pramugari yang memintanya mematikan ponsel. Peristiwa ini menjadi buah bibir setelah diberitakan oleh berbagai media online. Sang pejabat pun mendapat cemooh dari publik.
Cho tidak hanya kehilangan pekerjaanya dia juga mendapat cemooh dari rakyat Korea atas sikapnya yang tidak beretika tersebut. Menurut K. Halim, CEO Amos Tour & Travel, sikap menghargai awak kabin sudah sewajarnya kita lakukan termasuk dengan menaruh perhatian saat mereka mendemostrasikan prosedur keselamatan saat terjadi situasi genting dan duduk sesuai dengan nomor tempat duduk kita. (f)