Sambil mengenang masa kecil, mulailah mencicip menu-menu yang dibuat dengan nama unik, ala si kembang desa. Ada Bestik Jawa Banondari, semacam selat Solo. Irisan daging sapi has ini berbalut bumbu kecap dengan paduan bumbu bawang putih, pala bubuk, dan cuka masak yang manis dan legit. Dengan padanan kentang goreng, rebusan buncis dan wortel, sajian ini cukup mengenyangkan, meski tanpa nasi.
One dish meal lain yang juga jadi maskot di sini adalah Nasi Goreng Hijau. Untuk mendapatkan nasi goreng ini, mula-mula beras diaron bersama air daun suji dan dikukus hingga menjadi nasi. Setelah itu, nasi hijau ini digoreng bersama bumbu berupa bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan sedikit kecap manis. Kalau ingin yang pedas, bisa minta tambahan irisan cabai rawit hijau. Agar lebih mewah dalam rasa, ke dalamnya ditambahkan suwiran ayam dan teri nasi yang digoreng kering.
Tentu saja bukan hanya hidangan sepinggan yang jadi juara. Ada juga Ayam Setan sebagai teman nasi putih. Dinamakan Ayam Setan karena memang cita rasanya sangat pedas. Bagaimana tidak, kalau di nasi tadi warna hijaunya dari daun suji, warna hijau yang menyelimuti potongan ayam ini didapat dari cabai rawit hijau. Hmm... terbayang kan pedasnya? Keringat akan makin bercucuran jika nasinya masih panas mengepul.
Lokasi: Teraskota G-12, Jl. Pahlawan Seribu BSD City, Serpong, Tangerang. Telp: (021) 2991 5899. Harga*): Makanan: Rp5.000 – Rp56.000, Minuman: Rp1.000 – Rp16.000 (belum termasuk pajak 10%). Jam buka: Setiap hari, pukul 10.00 – 22.00 WIB. Suasana: Kedai sederhana dengan properti kayu aneka warna dan hiasan jadoel.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.
Foto: MI.