Trending Topic
Fungsi Komunikasi Pakaian

24 Apr 2013


Menurut Malcolm Barnard, penulis buku Fashion Sebagai Komunikasi, fungsi utama pakaian adalah menyembunyikan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain dan melindungi kita dari berbagai situasi dan kondisi.

"Secara umum, fungsinya untuk melindungi tubuh manusia, meskipun bagian tubuh yang dilindungi berbeda dari satu budaya ke budaya lainnya. Material yang digunakan juga amat beragam karena biasanya bersumber pada kondisi alam sekitarnya. Dalam banyak budaya, busana juga ekspresi seni dan keindahan. Oleh karenanya, tidak sekadar memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga menjadi salah satu wadah ekspresi budaya," jelas Irwan M. Hidayana, antropolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
   
Meski banyak faktor yang memengaruhi cara berpakaian, yang tetap sama sejak dulu hingga saat ini adalah pakaian memiliki fungsi komunikasi. Seperti yang dikatakan Malcolm dalam bukunya; pakaian berperan sebagai alat komunikasi identitas, adat, dan sifat individu pemakainya.
   
Seperti contohnya seorang music director dan radio announcer. Sehari-hari, gaya busana mereka yang santai dengan celana jeans dan kaus menunjukkan bahwa wanita seperti ini bekerja di industri kreatif. Sedangkan kaus berwarna gelap dengan gambar atau tulisan yang cukup menyeramkan bagi sebagian orang, serta bertuliskan nama band metal yang sering dikenakannya menunjukkan preferensi musiknya.
   
Sebagai sarana komunikasi, Irwan menjelaskan, bahwa dengan melihat busana yang dikenakan seseorang, maka kita bisa tahu bagaimana komunikasi verbal harus dilakukan. "Contohnya, cara berbusana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yaitu berkemeja putih polos ketika turun ke lapangan. Tampil tanpa seragam dinas mencerminkan bahwa ia berusaha memosisikan dirinya setara dengan masyarakat. Dan warna putih yang dikenakannya mencerminkan kesederhanaan sehingga masyarakat merasa dekat dan informal ketika berkomunikasi dengannya," papar Irwan.
   
Menurut Irwan, selain dipengaruhi karakter pribadi, gaya berbusana seseorang juga bisa dipengaruhi banyak hal. "Selain budaya, nilai-nilai yang diwariskan kelompok masyarakat maupun keluarganya, lingkungan, karakter pribadi, serta tren fashion, media yang dikonsumsinya juga memberikan pengaruh. Semua itu memberi referensi cara berpakaian dan membentuk preferensinya," papar Irwan.
Advertisement
   
Saat ini, peran busana dalam mengomunikasikan identitas individu lebih besar dibandingkan dengan mengomunikasikan identitas adat, "Modernisasi sudah menghilangkan identitas tradisional busana sehari-hari. Tahun '80-an, mungkin masih ada ibu-ibu yang mengenakan kebaya atau baju kurung untuk sehari-hari. Tapi kini, sudah sangat jarang terjadi. Orang malah berlomba-lomba tampil lebih modern dan muda dari usianya. Peran busana mengomunikasikan identitas adat seseorang atau kelompok masyarakat baru bisa ditemui di upacara adat, seperti pernikahan atau upacara pemakaman," cetus Irwan.
   
Saat ini media informasi yang  makin maju memang memungkinkan orang di belahan dunia berbeda mendapatkan referensi busana yang sama. Misalnya, orang di Manado bisa membaca majalah gaya hidup yang sama atau menonton film yang sama dengan orang Jakarta, atau bahkan dengan orang yang tinggal di Eropa.
   
Era Soekamto, Fashion Designer & Creative Director Iwan Tirta Private Collection, menanggapi, Jakarta memang masih jadi pusat mode Indonesia. Apalagi banyak merek fashion luar negeri yang membuka toko di Jakarta. "Tapi, sistem perdagangan modern pun memungkinkan orang-orang di luar Pulau Jawa membeli pakaian yang sedang tren, misalnya lewat online shop. Mereka bisa sama trendinya dengan wanita Jakarta. Jika dulu ada anggapan wanita daerah itu kampungan, kini anggapan itu harus dihapus," ujar Era.
   
Usaha orang untuk tampil lebih fashionable pun  makin tinggi. "Pakaian yang kita kenakan mencerminkan referensi media yang kita konsumsi dan status sosial kita. Status sosial itu tidak selalu merujuk pada status ekonomi, tapi juga tingkat pendidikan dan lingkungan sosialnya, yang membuatnya memiliki referensi yang kaya," jelas Era.
   
Ditinjau dari kacamata budaya, busana memang bisa dianggap sebagai simbol akan banyak hal dari orang yang mengenakannya, dan  tiap orang membaca simbol tersebut dengan cara yang berbeda.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?